Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pujawali Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Kintamani Catat Pemasukan Rp5,59 Miliar

I Made Mertawan • Sabtu, 18 April 2026 | 09:00 WIB
Salah satu rangkaian Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. (Ist)
Salah satu rangkaian Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Rangkaian pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, telah masineb. 

Bakti Patetami atau Ngantukang Ida Bhatara Lingsir nyujur Balidwipa Mandala pada Kamis (16/4/2026) menjadi ritual pamungkas.

Selama pelaksanaan pujawali Jero Penyarikan Duuran Batur melaporkan pemasukan mencapai Rp5.590.753.000, sementara pengeluaran sebesar Rp2.464.882.530.

Baca Juga: Tragis! Pelajar SD Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Angka itu tercatat pada Minggu (12/4/2026) lalu. Tentunya masih memungkinkan adanya perubahan. Laporan final akan disampaikan dalam paruman Desa Adat Batur. 

"Pemasukan ini ada berasal dari berbagai pos, seperti bantuan dan punia pemerintah, aturan-aturan dari masyarakat subak, punia para bakta, canang sari, dan panukun wewalungan," ungkap Jero Penyarikan Duuran Batur.

Sisa dana akan digunakan untuk pemeliharaan situs pura serta mendukung pelaksanaan rangkaian ritual di Pura Ulun Danu Batur dan 24 pura pasanakannya.

Baca Juga: Tak Terdampak Perang, Okupansi Hotel Nusa Dua Stabil

Kegiatan ritual ini berlangsung dalam siklus 11 sasih, mulai dari Kasa hingga Jiestha.

Selain laporan keuangan, pihaknya juga melakukan evaluasi pelaksanaan Ngusaba Kadasa 2026.

Secara umum kegiatan berjalan baik, namun masih terdapat sejumlah catatan yang terbilang klasik, seperti arus lalu lintas yang diwarnai kemacetan, parkir kendaraan pamedek belum memadai, antrean masuk pura termasuk persoalan sampah.

Katanya, volume sampah, terutama sampah organik masih tinggi di areal pura. "Ini adalah masalah yang sebenarnya klasik, dan kami telah berupaya mempolakan arus pamedek. Demikian juga parkir yang masih minim. Semoga tahun depan, ketika fasilitas parkir telah dibangun, persoalan ini bisa kami pecahkan," harapnya.

Jero Gede Batur Duuran menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak apabila selama pelaksanaan karya terdapat hal yang kurang berkenan.

Jero Gede juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak dalam menyukseskan karya tahunan ini.

"Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kolaborasi semua pihak. Tentunya, kepada pamedek, jika sekiranya ada yang kurang berkenan. Mohon memaafkan dan memaklumi. Semoga di tahun-tahun yang akan datang kami bisa semakin baik melayani umat," katanya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Pura Ulun Danu Batur #Kintamani #bangli