Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perbaikan Sekolah di Bangli Minim, Hanya 3 SD yang Dapat Kucuran DAU

I Made Mertawan • Rabu, 22 April 2026 | 08:39 WIB
Ilustrasi siswa SD.
Ilustrasi siswa SD.

BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli pada 2026 hanya mampu memperbaiki gedung di tiga sekolah dasar (SD) melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Jumlah ini tak sebanding dengan sekolah yang perlu mendapatkan perbaikan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bangli, Ida Bagus Maha Arta, menjelaskan saat ini prosesnya masih berjalan dan perencanaan untuk tiga sekolah tersebut sudah rampung. Hanya saja ia tak merinci anggaran yang diberikan pemerintah pusat.

Adapun tiga sekolah yang masuk daftar perbaikan yakni SD Negeri 1 Demulih, SD Negeri 3 Bebalang, dan SD Negeri 1 Kawan.

 

Ia berharap pekerjaan dapat dimulai pada Mei mendatang. Maha Arta pun menegaskan, masih banyak sekolah lain yang diusulkan mendapatkan perbaikan, namun realisasinya tetap bergantung pada alokasi pusat.  "Sebenarnya banyak sekolah kami usulkan," katanya, Selasa (21/4/2026).
Usulan perbaikan menggunakan DAU tidak terlepas dari kemampuan keuangan daerah yang terbatas.

Tahun ini, pemerintah daerah tidak ada menganggarkan perbaikan sekolah. Perbaikan hanya mengandalkan DAU dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dikonfirmasi terpisah,  Kepala SD Negeri 1 Kawan I Wayan Pageh membenarkan bahwa sekolahnya mendapatkan anggaran perbaikan tahun ini.

Anggaran yang informasinya Rp270 juta akan dimanfaatkan untuk perbaikan satu ruangan bekas perpustakaan. Ruangan ini masuk kategori rusak berat sejak lebih dari 4 tahun.
Setelah kondisinya representatif, ruangan tersebut akan dimanfaatkan menjadi  ruang guru dua ruang kepala sekolah.

Saat ini, ruang guru masih meminjam ruang kelas. Pageh pun menegaskan bahwa sebenarnya masih ada rungan lain yang mengalami kerusakan, tapi belum mendapatkan anggaran perbaikan, misalnya ruang kepala sekolah yang plafonnya sudah jebol. "Ada ruangan lain rusak sedang sudah dilaporkan lewat dapodik," jelas Pageh. (*)

Editor : I Made Mertawan
#sekolah rusak #bangli #DAU