BALIEXPRESS.ID – Rencana pembangunan Bandara Bali Utara menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Bali Wayan Koster dan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (22/4).
Pertemuan ini membahas peluang kerja sama lintas sektor, termasuk pariwisata dan infrastruktur.
Dalam diskusi tersebut, Dubes Talip menyoroti eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki yang dinilai sudah kuat di tingkat pemerintah pusat.
Ia menilai, kerja sama tersebut perlu diperluas hingga ke tingkat daerah agar implementasinya lebih konkret.
Baca Juga: Belum Genap 13 Tahun, Primakara University Sapu Bersih Akreditasi Unggul untuk Semua Prodi Infokom
“Hubungan Indonesia dan Turki sangat erat. Di tingkat atas sudah sangat baik, sekarang penting untuk memperkuat implementasinya di level bawah, termasuk antar daerah,” ujarnya.
Selain sektor pariwisata, peluang kolaborasi di bidang infrastruktur turut menjadi perhatian.
Talip menyebut, perusahaan-perusahaan asal Turki memiliki pengalaman dalam pembangunan bandara internasional di berbagai negara, yang dinilai relevan dengan rencana pengembangan Bandara Bali Utara.
Sektor pariwisata sendiri tetap menjadi fokus utama pembahasan.
Talip mengungkapkan, Turki memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan destinasi wisata berskala besar, dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 60 juta wisatawan per tahun.
Ia melihat Bali sebagai destinasi global yang memiliki potensi besar untuk kerja sama, baik dalam pertukaran pengetahuan, pendidikan pariwisata, maupun pengembangan konsep pariwisata berkelanjutan.
Isu keberlanjutan juga menjadi perhatian bersama, termasuk pengelolaan sampah dan energi seiring komitmen Bali menjaga lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas pula kebijakan peningkatan populasi di Turki.
Baca Juga: Gianyar Canangkan Program Desa Cantik 2026, Perkuat Peran Data di Tingkat Desa
Talip menyebut pemerintahnya mendorong keluarga untuk memiliki minimal tiga anak.
Menanggapi hal itu, Gubernur Koster menyampaikan pendekatan serupa dalam konteks lokal Bali, termasuk pemberian insentif bagi ibu yang melahirkan hingga anak keempat sebagai bagian dari menjaga keseimbangan demografi.
Menutup pertemuan, Koster menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pertukaran pandangan yang berlangsung.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk menindaklanjuti peluang kerja sama, termasuk yang berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata dan infrastruktur strategis seperti Bandara Bali Utara.
“Terima kasih atas pertemuan ini, termasuk pandangan dan tukar pikiran yang sangat baik. Karena komunikasi di tingkat pemerintah pusat sudah terbangun, maka kami di daerah juga perlu menindaklanjuti hubungan kerja sama ini, khususnya di bidang pariwisata,” ujar Koster.(***)
Editor : Rika Riyanti