Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Konsisten di Jalur MC dan Bondres, Tut Warta Bangun 'Warung Jujur' jadi Tempat Podcast 'Tutur Nganggur'

I Putu Mardika • Sabtu, 25 April 2026 | 15:59 WIB
Ketut Wartadana alias Tut Warta saat menjadi MC di salah satu acara
Ketut Wartadana alias Tut Warta saat menjadi MC di salah satu acara

BALIEXPRESS.ID – Lucu dan kreatif, itulah sosok Ketut Wartadana, yang konsisten bekerja di sektor industri kreatif. Dengan latar sebagai entertainer, influencer, hingga pemain drama gong, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Mpu Kuturan ini sukses membangun identitas sebagai MC dan Pragina Topeng Bondres.

Berasal dari Desa Jinggadalem, Kabupaten Buleleng, Pria kelahiran 15 Oktober 1992 ini tidak hanya dikenal sebagai mahasiswa, tetapi juga figur yang aktif di berbagai panggung hiburan Bali. Pengalamannya matang dan ditempa di dalam sanggar Bondres Sunari Bajra.

Sejak tahun 2013 hingga kini pria yang akrab dipanggil Tut Warta ini telah meniti karier panjang sebagai model iklan, aktor film, hingga pemain video klip. Pengalamannya sebagai Brand Ambassador Pogo Mojito dan Duta Pariwisata Buleleng menunjukkan kapasitasnya dalam membangun citra (image building) dan komunikasi persuasif di ruang publik.

Tidak hanya itu, ia juga aktif sebagai MC (Master of Ceremony) dalam berbagai kegiatan, mulai dari acara seni hingga festival budaya. Keikutsertaannya dalam MC HUT Kota Singaraja, MC Anniversary Krisna, hingga MC launching album menunjukkan penguasaan retorika publik yang kuat.

Di bidang seni pertunjukan, Wartadana terlibat dalam berbagai pementasan drama gong, termasuk Drama Gong Sampek Engtay dan Sukreni Gadis Bali. Ia juga pernah tampil dalam drama kolosal Mayadanawa di Jakarta, memperluas jangkauan pengalaman artistiknya hingga ke tingkat nasional.

Warta menceritakan, pengalaman dalam dunia seni bondres tidak lepas dari peran sang mentor, Wayan Sujana. Awalnya memang bertemu di sanggar Sunari Bajra sebagai seniman tabuh.

Namun, lambat laun tertarik berkecimpung di dunia seni Topeng Bondres. “Pertama kali pentas di Desa Bebetin yang bekerjasama dengan Pemkab Buleleng dalam kegiatan sosialisasi. Tandem  saya dengan I Gede Agus Sumardita alias De Ciply,” jelasnya kepada Bali Express.

Menariknya, Wartadana juga terlibat dalam produksi media digital, termasuk penggarapan video selama masa pandemi Covid-19 bersama Dinas Kebudayaan Buleleng.

Dalam dunia perfilman, ia turut ambil bagian dalam film televisi dan film pendek, termasuk produksi yang disiarkan di OmTV. Ia juga tampil dalam berbagai video klip, seperti karya dari AA Raka Sidha, Motifora, Harmone Bali, hingga penyanyi lokal lainnya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu, perjalanan Wartadana menjadi menarik karena ia tidak hanya mempelajari teori komunikasi di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikannya secara langsung di lapangan.

“Sebagai mahasiswa Ilkom Hindu IAHN Mpu Kuturan sebenarnya sangat nyambung dengan pekerjaan saat ini. Karena diajari juga bertalian mengelola panggung, menguasai audiens saat menjadi MC maupun pentas Topeng Bondres,” akunya.

Ke depan, potensi pengembangan karier Wartadana terbuka luas, baik di industri kreatif maupun bidang komunikasi profesional. Dengan bekal akademik dari IAHN Mpu Kuturan dan pengalaman praktis yang kuat, ia memiliki peluang untuk menjadi komunikator budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi.

Saat ini, ia juga aktif membuat konten Podcast Tutur Nganggur sejak April 2026. Uniknya yang dibahas dalam podcast inipun beragam. Seperti seputar Kesehatan, paariwista dan UMKM.

“Harapanya bisa memberikan edukasi bagi masyarakat sekaligus sebagai ajang untuk melakukan promosi dari Brand terkenal,” pungkasnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#bondres #mc #topeng #podcast