Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Panen Seret, Harga Manggis Bali untuk Ekspor Melonjak Tajam hingga Rp80 Ribu

I Made Mertawan • Minggu, 26 April 2026 | 08:00 WIB
Petani Tabanan panen manggis. (DOK BALI EXPRESS)
Petani Tabanan panen manggis. (DOK BALI EXPRESS)

BALIEXPRESS.ID- Harga manggis Bali untuk pasar ekspor membuat petani tersenyum.

Saat ini, harganya tembus Rp80 ribu per kilogram (kg). Harga ini melesat dari sebelumnya kisaran Rp52 ribu per kg.

Lonjakan harga ini diperkirakan karena jumlah buah yang dihasilkan petani jauh berkurang musim ini.

Baca Juga: Petaka di Air Terjun Tembok Barak Buleleng, Pria Asal Sleman Dilaporkan Tenggelam

Menurut eksportir sekaligus petani asal Tabanan, Jero Putu Tesan, kondisi ini sudah mulai terasa sejak awal tahun.

Tesan menjelaskan, produksi manggis turun hampir di semua daerah penghasil di Indonesia, tak terkecuali di Bali.

Tahun ini, masa panen yang biasanya banyak hasil justru sepi. Produksi diperkirakan hanya sekitar 10 persen dari kondisi normal.

Baca Juga: Pencarian Sulit di Tengah Gelombang Tinggi, Pemancing di Pantai Kelingking Ditemukan Meninggal

Penyebab utamanya karena hujan yang berlangsung lama pada akhir tahun lalu, tepat saat pohon manggis mulai berbunga. Akibatnya, bunga rontok sebelum menjadi buah. 

"Manggis belum ada skenario atau perlakuan agar cepat berbuah. Perlakuan di tingkat petani masih konvensional, jadi sangat bergantung pada faktor alam atau cuaca," jelasnya.

Baca Juga: AMSI Bali Rayakan HUT ke-9 dengan Aksi Kemanusiaan

Di sisi lain, permintaan dari luar negeri tetap tinggi. Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor manggis Indonesia, dengan jumlah sekitar 80 persen.

Selain itu, ada juga pengiriman ke Timur Tengah, meski jumlahnya tidak besar, hanya sekitar 5 persen.

Pasokan dari Bali yang kurang membuat eksportir harus mencari buah dari daerah lain seperti Sumatera, Lampung, Banyuwangi, dan Lombok.

Meski harga sedang tinggi, keuntungan tidak selalu besar. Biaya pengiriman justru meningkat karena harus mendatangkan buah dari luar daerah.

Namun, eksportir tetap membeli untuk menjaga hubungan dengan pembeli di luar negeri. Dalam sekali kirim, kebutuhan manggis untuk ekspor cukup besar, minimal sekitar satu ton lewat udara dan bisa sampai belasan ton jika lewat laut.

Ke depan, para pelaku usaha berharap produksi bisa kembali normal agar pasokan tidak lagi terbatas dan kebutuhan ekspor tetap terpenuhi. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#ekspor #harga manggis #Tabah basah