Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hujan Deras dan Konsleting Listrik Picu Dua Kejadian di Buleleng dalam Sepekan

Dian Suryantini • Rabu, 29 April 2026 | 11:44 WIB
Salah satu rumah warga di Desa Pegayaman, Buleleng habis terbakar akibat korlseting listrik.
Salah satu rumah warga di Desa Pegayaman, Buleleng habis terbakar akibat korlseting listrik.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dua peristiwa berbeda yang terjadi dalam rentang waktu sepekan di Kabupaten Buleleng. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak melakukan asesmen dan penanganan di lapangan.

Berdasarkan laporan BPBD Buleleng, pada Selasa, 28 April 2026, sekitar pukul 17.00 WITA di Banjar Dinas Punduh Lo, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan terjadi hujan deras. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air meningkat tajam hingga mengakibatkan tembok penyengker pada lahan milik warga roboh.

Dari hasil kaji cepat yang dilakukan TRC Regu 3, tembok penyengker yang roboh memiliki panjang sekitar 21 meter dengan tinggi 2 meter. Kerusakan dikategorikan sedang dengan estimasi kerugian mencapai Rp13 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen serta menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan berupa satu paket sembako, satu lembar matras, dan satu paket selimut. Penanganan di lapangan juga melibatkan perangkat desa, Pol PP Kecamatan Sawan, serta masyarakat setempat,” ujar Kepala BPBD Buleleng, Gede Suyasa, Rabu (29/4). 

Sementara itu, peristiwa kedua terjadi beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Kamis, 23 April 2026, di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Sebuah rumah warga dilaporkan terbakar akibat dugaan korsleting listrik sekitar pukul 11.00 WITA.

Informasi kejadian diterima dari aparat desa setempat, yang kemudian ditindaklanjuti oleh TRC Regu III bersama staf bidang terkait BPBD Buleleng. Tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta mendistribusikan bantuan logistik kepada korban terdampak.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material pada bangunan rumah. Namun, hingga laporan disusun, rincian kerugian masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Sebagai bentuk respons cepat, BPBD Buleleng menyalurkan bantuan berupa satu lembar matras, satu paket sembako, satu lembar terpal, dan satu selimut. Kehadiran tim di lapangan juga didukung oleh aparat desa setempat yang turut membantu proses penanganan awal. 

Suyasa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu serta potensi gangguan instalasi listrik di rumah tangga. Curah hujan tinggi dapat memicu berbagai risiko seperti longsor, banjir, hingga kerusakan infrastruktur seperti tembok penyengker.

Di sisi lain, instalasi listrik yang tidak terawat juga menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan secara berkala melakukan pengecekan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Dengan meningkatnya potensi bencana, baik akibat faktor alam maupun non-alam, kesiapsiagaan bersama menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko yang lebih besar di masa mendatang,” tutupnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#hujan deras #BPBD #kebakaran #buleleng