Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kuasa Hukum Jake Seaforth Singgung Keterlibatan Investor Asing dan Aparat dalam Sengketa The Dharma Experience

I Gede Paramasutha • Minggu, 3 Mei 2026 | 10:46 WIB
Tangkapan layar CCTV saat oknum aparat diduga memiliki keterlibatan dalam sengketa di Dharma Restoran. (Bali Express/Istimewa)
Tangkapan layar CCTV saat oknum aparat diduga memiliki keterlibatan dalam sengketa di Dharma Restoran. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID – Sengketa yang mencuat di The Dharma Experience kian memanas. Konflik yang menyeret posisi Direktur Utama PT Melali Management and Consultancy, Jake Seaforth Mackenzie, disebut tak hanya melibatkan internal perusahaan, tetapi juga sejumlah investor asing asal Australia.

Kuasa hukum Jake, Nikolas Johan Kilikily, mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan pihak eksternal, termasuk dugaan kehadiran oknum aparat di lokasi konflik, yakni di Dharma Restaurant.

Menurut Nikolas, pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti penting, mulai dari rekaman CCTV, dokumentasi video, hingga percakapan telepon.

Baca Juga: Tiga WNA Tiongkok Gagal Kabur di Bandara Ngurah Rai, Diduga Pelaku Pencurian di Rumah Mewah

Dalam salah satu rekaman, terlihat seorang oknum aparat berjaga di lokasi pada hari kedua konflik, diduga untuk mengawasi dan mengantisipasi kedatangan Jake Mackenzie.

“Keberadaan oknum tersebut disebut atas perintah pimpinan, yang diduga menerima permintaan dari sejumlah pemegang saham,” ujar Nikolas. Ia juga menyebut nama Dean Charles Morrison sebagai salah satu pihak yang diduga terlibat, berdasarkan informasi yang juga diperoleh dari David James Parry.

Keterangan tersebut diperkuat oleh saksi di lokasi, Yulia Wahyuni, yang mengaku melihat langsung keberadaan oknum aparat yang berjaga dan bersiap menghalangi Jake masuk ke area restoran.

Baca Juga: Kebakaran di Buleleng: Mess Guru SDN 2 Tinga-Tinga Ludes saat Ditinggal Sembahyang

Selain itu, rekaman percakapan telepon antara tim manajemen dengan oknum aparat disebut memperjelas adanya instruksi pengamanan tersebut. Saksi lainnya, Komang Evi Trisna Dewi, juga menyatakan bahwa kehadiran aparat menimbulkan rasa tidak nyaman serta kekhawatiran akan potensi konflik jika Jake datang ke lokasi.

Tak hanya itu, bukti percakapan WhatsApp antara Dean Morrison dan Yulia Wahyuni turut mengindikasikan adanya permintaan untuk menghadirkan aparat di lokasi.

Nikolas menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelampauan kewenangan. Ia menegaskan bahwa pengamanan internal seharusnya berada dalam kendali manajemen resmi, bukan pihak luar.

“Hasil investigasi kami juga mengindikasikan adanya keterlibatan sejumlah investor di balik konflik The Dharma Experience,” tegasnya.

Sejumlah nama investor asing asal Australia yang disebut berada dalam pusaran konflik antara lain Peter Wallace Grant, David Bernard Cullen, Paul Berkelouw, Dean Morrison, serta Douglas Murray Warbrick.

Dengan adanya dugaan keterlibatan pihak eksternal, termasuk investor asing dan oknum aparat, kasus ini dinilai berpotensi melebar ke ranah hukum yang lebih kompleks.

Pihak kuasa hukum berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari instansi terkait, termasuk Imigrasi Bali dan Kedutaan Besar Australia, guna memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi dalam konflik bisnis tersebut. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#sengketa #experience #aparat #Dharma