Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dilatih Sejak Dini, Anak - Anak Pasraman Bali Prawerti Nawasena Belajar Dharma Gita Sekar Rare

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 3 Mei 2026 | 15:11 WIB
PENYULUHAN: Penyuluhan melalui dharma gita di Pasraman Bali Prawerti Nawasena, Desa Adat Belega.
PENYULUHAN: Penyuluhan melalui dharma gita di Pasraman Bali Prawerti Nawasena, Desa Adat Belega.

BALIEXPRESS. ID- Upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini terus digencarkan oleh para penyuluh agama. Hal ini tampak dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan tatap muka yang dilaksanakan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar di Pasraman Bali Prawerti Nawasena, Desa Adat Belega, Blahbatuh, Minggu (3/5).Kegiatan ini menyasar anak-anak pasraman dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan.

Melalui metode interaktif, para peserta diajak memahami ajaran agama tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui praktik langsung yang mudah dipahami sesuai usia mereka.Pada kesempatan tersebut, materi yang disampaikan berfokus pada Dharma Gita, khususnya praktik melantunkan Sekar Rare. Lagu-lagu tradisional ini dipilih karena memiliki nilai spiritual sekaligus budaya yang kuat, serta mudah diterima oleh anak-anak.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Ni Wayan Wintari, menjelaskan bahwa pengenalan Dharma Gita sejak dini sangat penting dalam membentuk karakter anak. "Sekar Rare bukan sekadar lagu, tetapi juga sarana pembelajaran nilai-nilai moral dan etika kehidupan," paparnya.

Baca Juga: Perkuat Nilai Spiritual, Kanwil Kemenag Bali Laksanakan Ngayah Wewalen di Pura Samuan Tiga

Ia menambahkan, melalui lantunan lagu yang sederhana dan penuh makna, anak-anak dapat lebih mudah memahami ajaran Hindu seperti sikap hormat, kasih sayang, serta kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dinilai efektif karena menggabungkan unsur seni dan spiritualitas.

"Anak-anak semangat mengikuti setiap tahapan pembelajaran, mulai dari mendengarkan contoh hingga mencoba melantunkan Sekar Rare secara bersama-sama," imbuh Wintari.

Selain meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian budaya Bali di kalangan generasi muda.  Mengingat Sekar Rare sebagai bagian dari tradisi lisan diharapkan tetap lestari dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Melalui kegiatan berkelanjutan seperti ini, diharapkan anak-anak pasraman dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter spiritual yang kuat serta kecintaan terhadap budaya dan ajaran agama Hindu.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#pasraman nawa sena #Kemenag Gianyar