Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BPBD Jembrana Petakan Penyebab Banjir di Nusa Sari, Siapkan Langkah Mitigasi

Gede Riantory Warmadewa • Rabu, 6 Mei 2026 | 07:33 WIB
Asesmen penyebab banjir di Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (4/5/2026). (ist)
Asesmen penyebab banjir di Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (4/5/2026). (ist)

BALIEXPRESS.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana melakukan pemetaan dan mitigasi di lokasi penyebab banjir di Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas peristiwa banjir yang terjadi pada 1 Mei 2026 lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab banjir sekaligus merumuskan strategi penanganan ke depan agar kejadian serupa dapat diminimalkan

Baca Juga: Anggaran Rp18 Miliar! Pemprov Bali Revitalisasi TPA Bangli, Ini Detail Proyeknya

Hasil asesmen menunjukkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama di wilayah hulu.

Kondisi ini menyebabkan volume air di Bendungan Palasari meningkat hingga melampaui kapasitas tampung, dengan ketinggian air melebihi ambang batas sekitar 50 sentimeter.

Air yang meluap dari bendungan kemudian mengalir ke wilayah hilir melalui aliran sungai, sehingga menyebabkan beberapa titik sungai meluap.

Baca Juga: 29 Ribu Peserta JKN di Bangli Nonaktif, Tunggakan Capai Rp9 Miliar

“Dampaknya, jalan alternatif di Desa Nusa Sari sempat tergenang air,” ujar Agus.

Selain faktor cuaca ekstrem, terdapat sejumlah kondisi yang memperparah banjir, di antaranya adalah bentuk aliran sungai yang berkelok sehingga memperlambat arus air, penyempitan di beberapa titik sungai, sedimentasi yang mengurangi kapasitas tampung, serta adanya rumpun bambu tumbang yang menghambat aliran air.

Baca Juga: Layanan Hipnoterapi di RSUD Singasana Tabanan Bisa Layanan Sampai Tiga Pasien Per Sesi

Sebagai tindak lanjut, BPBD Jembrana bersama Pemerintah Desa Nusa Sari akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan komprehensif.

Upaya yang direncanakan meliputi kegiatan gotong royong pembersihan bambu tumbang serta normalisasi sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air dan menekan risiko banjir berulang.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

“Langkah mitigasi ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir ke depan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bencana alam #mitigasi #banjir #jembrana