Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Prodi Pendidikan Diisukan Dihapus, Rektor IAHN Mpu Kuturan: Kami Tidak Khawatir Sama Sekali

Dian Suryantini • Rabu, 6 Mei 2026 | 08:08 WIB
Rektor IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Suwindia (kiri). (Dian Suryantini/Bali Express)
Rektor IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Suwindia (kiri). (Dian Suryantini/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID — Isu penghapusan program studi (prodi) pendidikan yang belakangan ramai diperbincangkan tidak membuat Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja gusar.

Kampus Hindu terbesar di Buleleng ini menilai wacana tersebut tidak mudah direalisasikan karena harus melalui mekanisme dan sistem yang panjang.

Rektor IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Suwindia, menegaskan bahwa pihak kampus tetap tenang menyikapi dinamika tersebut.

Baca Juga: Anggaran Rp18 Miliar! Pemprov Bali Revitalisasi TPA Bangli, Ini Detail Proyeknya

Menurutnya, penghapusan prodi pendidikan bukanlah keputusan sederhana yang bisa dilakukan dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan kajian mendalam serta prosedur berlapis dari berbagai pemangku kepentingan.

“Kami tidak khawatir sama sekali. Untuk hal itu tentu kami juga akan menyesuaikan,” ujarnya saat ditemui, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, pendidikan sebagai bidang ilmu saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Baca Juga: 29 Ribu Peserta JKN di Bangli Nonaktif, Tunggakan Capai Rp9 Miliar

Transformasi tersebut tidak lagi membatasi pendidikan hanya pada prodi-prodi konvensional berbasis kependidikan.

Sebaliknya, pendekatan lintas disiplin menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan zaman.

Baca Juga: 29 Ribu Peserta JKN di Bangli Nonaktif, Tunggakan Capai Rp9 Miliar

Menurut Suwindia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (saintek) justru membuka peluang besar untuk memperkuat kualitas pendidikan di masa depan.

Integrasi antara saintek dan ilmu pendidikan dinilai mampu melahirkan metode pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendidikan tidak melulu harus diampu oleh prodi pendidikan. Ilmu saintek pun bisa disinkronisasi untuk perkembangan pendidikan ke depan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menilai bahwa wacana penghapusan prodi pendidikan perlu dilihat sebagai bagian dari upaya penataan sistem pendidikan nasional, bukan semata-mata ancaman.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dituntut untuk lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan.

IAHN Mpu Kuturan, lanjutnya, telah mulai mengantisipasi berbagai kemungkinan dengan memperkuat kurikulum berbasis kebutuhan masa depan.

Kampus juga mendorong kolaborasi antarbidang ilmu agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik, tetapi juga keterampilan lain yang relevan dengan dunia kerja.

Sebagai satu-satunya perguruan tinggi Hindu terbesar di Buleleng, IAHN memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul, khususnya di bidang keagamaan, budaya, dan pendidikan.

Oleh karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi memengaruhi arah pendidikan akan disikapi secara bijak dan terukur.

Suwindia menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan kebijakan di tingkat pusat sembari melakukan evaluasi internal.

Langkah ini penting agar kampus tetap mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan peran utamanya.

“Kami tetap fokus pada peningkatan kualitas. Apa pun kebijakan yang nantinya diambil, tentu akan kami respons dengan strategi yang tepat,” tegasnya.

Di tengah perubahan yang terus berlangsung, IAHN Mpu Kuturan Singaraja memilih untuk tidak terjebak dalam kekhawatiran berlebihan.

Sebaliknya, kampus ini melihat setiap dinamika sebagai peluang untuk berbenah dan memperkuat posisi dalam dunia pendidikan tinggi.

Dengan pendekatan adaptif dan terbuka terhadap kolaborasi lintas disiplin, IAHN optimistis tetap mampu menjaga eksistensi sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#prodi pendidikan #kampus unud #IAHN Mpu Kuturan #buleleng