BALIEXPRESS.ID- Jajaran TNI AD tengah menggarap puluhan sumur bor di Kabupaten Bangli untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Upaya ini dilakukan karena banyak warga masih mengalami kesulitan akses air, meskipun Bangli dikenal sebagai kawasan yang kaya akan sumber mata air.
Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra menyampaikan bahwa sebagian besar sumber air berada di bawah tanah.
Baca Juga: HUT Kota Bangli Usung Spirit Bhakti Ratna Radhaka, Ribuan Siswa Suguhkan Tetenger Agung
Oleh karena itu, masyarakat tidak dapat memanfaatkannya secara langsung, diperlukan pembangunan titik-titik sumur bor di wilayah yang benar-benar membutuhkan.
Disebutkannya, terdapat 35 desa yang masuk dalam pemetaan kebutuhan air bersih. Penentuan titik sumur bor disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama desa-desa yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air.
Ia mencontohkan Desa Songan di Kecamatan Kintamani. Desa ini sebenarnya berada di pinggir Danau Batur, namun masih ada warganya yang tetap kesulitan memenuhi kebutuhan air harian.
Baca Juga: Pemerintah Prioritaskan Pengakuan dan Perlindungan Hak Tanah Ulayat di Indonesia
Selain Songan, beberapa desa lain juga mendapat bantuan sumur bor TNI AD, di antaranya Desa Terunyan bagian atas, Desa Pengotan, Desa Kayubihi dan beberapa desa lainnya yang tersebar di empat kecamatan.
Satu titik sumur bor di Kayubihi bahkan sudah bisa dimanfaatkan warga. “Kami mengebor ini tujuannya untuk memastikan bahwa air akan mengalir ke sana. Setelah memastikan air itu mengalir, akan dilanjutkan oleh pihak desa untuk menyebar air ke masyarakat,” jelasnya ditemui usai mengikuti apel HUT ke-822 Kota Bangli, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga: Juara Logo Maskot Gianyar, I Wayan Agus Widya Putra Satukan Kreativitas dan Teknologi
Pria asal Desa Kayubihi ini menegaskan bahwa Bangli adalah daerah hulu yang memasok air ke daerah lain, seperti Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Klungkung, hingga Buleleng.
Ironisnya, sebagian warga yang menjaga kelestarian hutan justru masih kesulitan air bersih.
Mereka mengandalkan air hujan dari embung atau bak penampungan sebagai kebutuhan sehari-hari.
“TNI hadir untuk berusaha menyelesaikan masalah itu. Kita menjaga air untuk kepentingan lain, di satu sisi banyak masyarakat tidak dapat air,” tegasnya.
Program sumur bor ini ditargetkan menjadi solusi jangka panjang untuk pemerataan akses air bersih di Bangli.
Selain di Bangli, TNI AD juga mengerjakan sejumlah titik sumur bor di Kabupaten Karangasem. (*)
Editor : I Made Mertawan