BALIEXPRESS.ID- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa mengawal secara penuh prosesi pujawali agung yang berlangsung pada Buda Kliwon Gumbreg atau pada hari Rabu (13/5/2026).
Sebelum pelaksanaan piodalan, rangkaian pujawali Agung dimulai dengan Pemelaspasan Pura Taman Beji Agung yang berlokasi di areal Pura Luhur Batu Panes.
Proses pemlaspasan dimulai dengan ritual Ngingsiran Ida Betara pada hari Senin lalu.
Baca Juga: Astra Motor Bali Perkuat Kurikulum TBSM Melalui Donasi Unit Honda Vario 125
“Upacara Pemlaspasan Beji Agung ini dilaksanakan setelah proses perbaikan fisik areal pura Beji Agung rampung dilaksanakan. Puncak pujawali jatuh pada hari Rabu Buda Kliwon Gumbreg dan akan berakhir atau nyineb pada Sabtu mendatang," jelas Arnawa.
Adapun makna dari proses pemlaspasan ini, dijelaskan Arnawa adalah sebagai rangkaian dari prosesi pembersihan secara niskala yang bertujuan untuk mensucikan kembali seluruh bangunan baru sebelum pelaksanaan pujawali.
"Harapan kami seluruh rangkaian pujawali dan upacara pemelaspasan ini dapat berjalan dengan lancar serta rahayu," lanjutnya.
Baca Juga: Peduli Terhadap Warga, Bupati Klungkung Bantu Dua Lansia di Desa Sarimerta
Seluruh rangkaian upacara Pujawali Agung ini diungkapkan Arnawa dipimpin langsung oleh Ida Pandita Mpu Nabe Rsi Siwa Putra Sanatana Daksa Manuaba yang berasal dari Griya Agung Wana Indra Gni Manuaba yang berlokasi di Banjar Utu.
Terkait pujawali agung ini, Arnawa menyatakan jika Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memberikan dukungan penuh terhadap pemeliharaan situs budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi ini.
Baca Juga: DPRD Jembrana Sidak Bangunan di Lahan Sawah Dilindungi, Legalitas PBG Disorot
“Selain itu, dari sisi spiritual dan geografis, pura Luhur Batu Panes ini dipercaya menjadi titik Tengah Pulau Bali. Sehingga dipercaya sebagai pusat aktivitas spiritual dan peradaban Pulau Bali,” ungkapnya.
Pura Batu Luhur Batu Panes, berlokasi di Banjar Adat Belulang, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, atau terletak sekitar 16 Km ke arah utara dari Pusat Kota Tabanan.
Jika dilihat dari ciri khas peninggalan sejarah yang ditemukan, Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes diperkirakan dibangun pada zaman batu baru atau neolitikum.
Ini dilihat dari struktur bangunan pura yang terdiri atas batu-batu yang sudah halus dengan struktur punden berundak.
Selain itu juga didukung dengan penemuan Lingga-Yoni, serta arca Dewa Siwa dan Durga yang terbuat dari batu. (*)
Editor : I Made Mertawan