BALIEXPRESS.ID – Cakupan layanan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Perumda Air Minum Tirta Danu Arta atau PDAM Bangli.
Berdasarkan data 2025, cakupan layanan tercatat baru sekitar 31 persen dari total penduduk Bangli.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi, menyampaikan bahwa hingga Desember 2025 terdapat 24.611 pelanggan yang terdaftar secara administratif.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Intensifkan Pengawasan Sampah Sektor Horeka di Kawasan Pantai Legian
Ia mengakui cakupan layanan perlu ditingkatkan, namun perusahaan tidak bisa memasang target yang terlalu tinggi.
Menurutnya, perluasan pelanggan harus sejalan dengan peningkatan produksi air agar tidak sekadar menambah jumlah sambungan.
Di sisi lain, perusahaan masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Pertanahan, Yulius Bangun Sinergi Sulut bersama KPK dan ATR/BPN
Tahun ini, perumda memilih menetapkan target realistis dalam penambahan sambungan rumah (SR).
Dalam setahun, perusahaan hanya menargetkan 700 SR yang tersebar di empat kecamatan di Bangli.
Baca Juga: Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi Perkuat Transparansi Pertanahan setelah Ikut Rakor Optimalisasi KPK RI
Dengan target tersebut, perumda tidak perlu menambah produksi atau mencari sumber air baru, tetapi cukup memaksimalkan sumber yang sudah ada.
“Kalau target sambungan baru tinggi, harus diimbangi dengan ketersediaan produksi air. Untuk meningkatkan produksi tentu butuh investasi besar,” jelas direktur yang akrab disapa Dewa Rono ini ditemui di sela peringatan HUT ke-40 Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Jumat (15/5/2026).
Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Ida Bagus Prenawa mengamini bahwa butuh biaya tinggi apabila ingin menargetkan jumlah sambungan yang banyak karena berkaitan dengan produksi air.
Ia mencontohkan rencana optimalisasi sumber mata air di Desa Lembean, Kecamatan Kintamani, yang memerlukan anggaran hingga Rp200 miliar.
Jumlah yang cukup besar bagi perumda. “Potensinya tinggi, tapi biayanya juga tinggi,” ujarnya.
Sebagai upaya merealisasikan itu, perusahaan telah mengusulkan bantuan ke Pemprov Bali.
Apabila sumber mata air Lembean dapat dimaksimalkan, kebutuhan air untuk wilayah Kintamani akan lebih aman.
Selama ini, pelanggan di daerah tersebut masih mengandalkan sumber mata air Pebini di Desa Catur.
Terkait HUT tahun ini, Prenawa menegaskan perayaan digelar secara sederhana dengan tema “Merangkai Harapan dalam Kesederhanaan”.
Terpenting, kata Prenawa, momen HUT tetap diperingati. “Kami masih memiliki akumulasi kerugian, sehingga melalui efisiensi diharapkan laba bisa meningkat,” jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan