BALIEXPRESS.ID - Momen pengibaran bendera dalam Apel Peringatan Kemerdekaan RI Ke-81 akan diisi oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari dua sekolah Kabupaten Badung.
Keduanya adalah I Made Dwi Satya Kurniawan dari SMA Negeri 1 Kuta Utara dan Vadeline Angelia dari SMA JB School.
Mereka pun telah dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional pada tim inti, yang menjadi perwakilan pertama dari Gumi Keris.
Baca Juga: Prabowo Serahkan Pesawat Tempur Rafale hingga Radar Baru, Kekuatan TNI AU Bertambah
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa mengatakan, hal ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.
Terlebih Badung telah memecahkan telur untuk pertama kalinya berhasil mengirim perwakilan dalam Paskibraka Nasional.
“Astungkara tahun ini pemerintah Kabupaten Badung berhasil pecah telur, kita berhasil mengirim kontingen ke tingkat nasional dua orang,” ujar Arimbawa, Minggu (17/5).
Baca Juga: Pemerintah Perkuat Mitigasi Pelemahan Rupiah, Stabilitas Ekonomi Nasional Dijaga Ketat
Pihaknya menyebutkan, keduanya adalah siswa SMAN 1 Kuta Utara dan SMA JB School.
Selain dua orang yang berhasil, ada 8 anggota lain yang masuk Paskibraka tingkat provinsi.
Dirinya pun sangat bersyukur atas prestasi yang diraih oleh para siswa tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Investasi Besar untuk Perkuat Ekonomi Kelautan Nasional
“Astungkara ini sebuah pencapaian yang luar biasa, berkat siapa? Berkat semuanya. Berkat kerja sama semua, bimbingan senior-senior mereka di Duta Pancasila dan juga dari teman-teman di Kesbangpol serta dukungan dari pimpinan kami, Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta Ketua Tim Penggerak PKK,” ungkapnya.
Salah satu perwakilan, I Made Dwi Satya Kurniawan mengaku sangat senang dapat mewakili Kabupaten Badung sebagai angota Paskibraka Nasional.
Atas keberhasilan lolos di tingkat nasional siswa kelas X pun mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterima.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas semua dukungan yang telah diberikan,” ucap Dwi.
Pria asal Sempidi inj pun mnyatakan, persiapan untuk masuk dalam Paskibraka Nasional telah dilakukan dari ekstrakulikuler di sekolah.
Saat memasuki jenjang SMA dirinya pun telah memilih ekstrakulikuler Paskibraka.
“Untuk persiapan khusus, ada yang pertama itu latihan psikotes, termasuk psikologi dan juga wawancara. Setelah itu ada juga untuk tarian dan juga alat musik Bali. Kita berlatih seperti itu,” paparnya.
Sementara, Vadeline Angelia mengatakan, dirinya juga merasa senang dapat lolos di tingkat nasional.
Dalam mengikuti seleksi, ia pun mengaku, mengikuti persiapan khsus.
“Untuk persiapan khusus ada yang pertama psikotes, kemudian ada mempelajari tari-tari dari Bali dan sejarah-sejarah budaya dari Bali. Kemudian tentu saja kita belajar PBB (Pelatihan Baris Berbaris) dan tetap menjaga kebugaran tubuh supaya tetap sehat,” ungkap Angelia.
Meski demikian, gadis 16 tahun ini harus berusaha keras dalam melakukan persiapan sebelum penilaian.
Baginya cukup sulit untuk mempelajari tarian Bali, sebab baru pertama kali.
Namun atas usaha yang dilakukan, selain lolos Paskibraka Nasional, kini Angelia mampu mebawakan Tari Pendet.
“Menurut saya cukup sulit namun karena berkat dukungan teman-teman, Pemerintah Kabupaten Badung, dan kakak-kakak DPPI (Duta Pancasila Paskibraka Indonesia) sekalian, saya bisa menjalaninya dengan lancar,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga