BALIEXPRESS.ID - Jagat Bali kembali diguncang kasus pembunuhan. Tragedi berdarah itu kali ini terjadi di sebuah Kos-Kosan, Jalan Toya Ning 2, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, pada Rabu (20/5) pukul 23.30 WITA. Seorang pria pemuda bernama Kristoforus Loe Lae, 23, tewas ditikam oleh temannya sendiri inisial AVM, 21, menggunakan senjata tajam (Sajam).
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menerangkan, pembunuhan di Ungasan ini bermula ketika korban bersama pelaku dan teman-temannya pesta minuman keras di tempat kejadian perkara (TKP). "Mereka minum alkohol jenis arak dan wishkey," ujarnya, Kamis (21/5).
Tiba-tiba pelaku terlibat cekcok mulut hingga saling pukul dengan ayahnya sendiri bernama Siprianus, 57, karena masalah AVM yang dalam kondisi mabuk. Melihat perkelahian itu, Kristoforus pun berinisiatif melerai.
Baca Juga: Tim Gabungan Tertibkan Parkir Liar, Puluhan Kendaraan Kena ETLE di Kawasan Ubud
Menurut kesaksian temannya Julianus Mau, 22, korban juga menegur pelaku agar jangan melawan orang tua. Namun, hal itu membuat AVM merasa tak terima. Pemuda asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut juga menantang korban berkelahi.
Namun, teman-teman yang ada di sana langsung melerai. Sehingga, AVM sempat keluar menggunakan sepeda motor. Berselang 20 menit kemudian, pelaku datang kembali, membuka pintu gerbang dan mengarah ke korban sembari mengeluarkan sebuah pisau belati.
Teman-temannya sontak berusaha menghadang pemuda mabuk itu dan berusaha menenangkannya agar tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap rekan sesama asal Belu. Akan tetapi, AVM tidak menghiraukan imbauan teman-temanya dan secara membabi buta menyerang Kristoforus.
Baca Juga: Patroli Sat Samapta Sambangi Lapas Gianyar, Perkuat Pengamanan dan Cegah Gangguan Kamtibmas
Pelaku menusuk korban menggunakan senjata tajam yang mengenai bagian dada atas sebelah kanan. Teman-temannya yang lain lantas mencoba mengambil pisau dari pelaku, hanya saja pemuda itu malah mencoba menyerang.
Sedangkan, korban berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke kamar dan mengunci pintu dari dalam. AVM yang kalap terus menunggu dari luar.
"Saat itu terdengar suara korban dari dalam kamar membujuk pelaku agar berhenti," tambahnya.
Lantaran Kristoforus sudah tidak kuat dan bersimbah darah, ia lalu membuka pintu dan minta tolong agar diantar ke rumah sakit.
Dia pun diantar ke Unicare Clinic Uluwatu dan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Sayangnya, nyawa pemuda ini tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 00.30 WITA.
"Korban meninggal dunia dengan luka terbuka di bagian dada kanan atas akibat tusukan benda tajam," tandas Iptu Adi. Selanjutnya, jenazah Kristoforus dibawa ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Sementara, Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan yang menerima informasi kejadian ini langsung menangkap AVM. Petugas juga menyita barang bukti berupa pisau belati dan sepeda motor. (*)
Editor : I Gede Paramasutha