BALIEXPRESS.ID- Kondisi lapangan rumput di Alun-Alun Bangli tampak rusak dan becek setelah rangkaian perayaan HUT ke-822 Kota Bangli.
Permukaan rumput berubah menjadi tanah berlubang dan menjadi genangan air saat turun hujan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli, Putu Ganda Wijaya, tak menampik kerusakan tersebut.
Baca Juga: K3S Badung Study Tiru ke UPTD Pelayanan Sosial Griya Bina Karya Dinsos Jabar
Ia menjelaskan bahwa penyebabnya bukan hanya peningkatan aktivitas selama perayaan HUT, tetapi juga karena pada hari-hari biasa area lapangan rumput kerap digunakan pengunjung untuk berbagai kegiatan.
Ketika perayaan HUT dipusatkan di alun-alun, aktivitas di atas rumput menjadi semakin tidak terkontrol.
Menurut Ganda Wijaya, lapangan rumput itu sejatinya dibuat untuk keindahan, namun praktik di lapangan justru berbeda.
Baca Juga: Bangkitkan Desa Wisata Terunyan, Pemkab Bangli Lakukan Penataan Menyeluruh
Tak sedikit pengunjung menjadikannya arena bermain, bahkan bermain sepak bola dan olahraga lain.
“Sebenarnya tidak boleh dijadikan arena bermain, olahraga,” terang Ganda Wijaya, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: Reunion Service di Astra Daihatsu Tabanan, Untuk Perawatan Kendaraan Pasca Garansi
DLH Bangli sudah berulang kali memasang papan imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas di atas rumput.
Sayangnya, imbauan tersebut tidak berjalan efektif. Buktinya, aktivitas pengunjung tetap berlangsung meski peringatan sudah terpasang.
Tahun ini, DLH mengalokasikan anggaran Rp100 juta untuk pemeliharaan rutin Alun-Alun Bangli.
Dana tersebut dinilai masih sangat terbatas. Anggaran itu digunakan untuk perawatan rumput serta perbaikan sejumlah fasilitas, termasuk penggantian ubin yang rusak, pemeliharaan toilet, dan perbaikan wahana bermain anak. “Perbaikannya rutin,” ujarnya.
Ganda Wijaya mengimbau masyarakat agar ikut menjaga dan merawat fasilitas publik yang ada di Alun-Alun Bangli, sehingga ruang terbuka hijau tersebut tetap nyaman dan terawat. (*)
Editor : I Made Mertawan