BALIEXPRESS.ID - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar menggelar sosialisasi literasi digital bertema “Sekolah Aman Digital: Melindungi Diri dari Risiko Dunia Online” di SMP Negeri 3 Tampaksiring, Senin (25/5). Kegiatan ini diikuti siswa-siswi SMP Negeri 3 Tampaksiring sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terkait penggunaan teknologi digital secara aman, bijak dan bertanggung jawab.
Plt. Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tampaksiring, I Gusti Ngurah Alit Punia, dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengimbau para siswa untuk mengikuti materi dengan baik mengingat pentingnya pemahaman literasi digital di tengah perkembangan teknologi saat ini.
“Nanti silakan anak-anak ikuti, pahami, dan dilaksanakan dengan baik bagaimana pengaruh dunia digital dapat berdampak baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Baca Juga: Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, Apresiasi Layanan 112 Gianyar Terbaik di Bali
Acara dibuka Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Adnyana. Dalam sambutannya, ia menegaskan perkembangan dunia digital yang sangat pesat kini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, teknologi digital membawa banyak manfaat seperti kemudahan mencari informasi, pembelajaran interaktif hingga wawasan tanpa batas ruang dan waktu. Namun di balik manfaat tersebut, terdapat berbagai risiko yang perlu diwaspadai seperti penyebaran informasi palsu, perundungan digital, penipuan online, kecanduan gadget hingga pencurian data pribadi.
“Melalui kegiatan literasi digital ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup, tetapi juga harus dibarengi kemampuan bersikap bijak, bertanggung jawab dan aman dalam beraktivitas di dunia digital,” jelasnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan media digital untuk hal-hal positif seperti belajar, berkarya, berkolaborasi dan menyebarkan inspirasi baik, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan membagikan data pribadi sembarangan dan selalu menjaga etika serta sopan santun dalam berkomunikasi di media sosial. Ingat, jejak digital akan selalu tersimpan dan dapat berdampak pada masa depan,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan, mewujudkan sekolah aman digital bukan hanya tugas sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi guru, orang tua dan peserta didik agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman. *
Editor : Putu Agus Adegrantika