BALIEXPRESS.ID - Sebuah gubuk yang berada di sawah wilayah Desa Tojan, Klungkung, tepatnya di belakang TPST setempat menimbulkan bau tidak sedap.
Ternyata tempat tersebut digunakan untuk menimbun limbah bulu ayam, yang kabarnya didatangkan dari Kabupaten Gianyar.
Pantauan di lokasi, pada Senin (25/5/2026) sore menunjukkan, di lokasi tersebut terdapat beberapa karung yang didalamnya berisikan bulu ayam.
Baca Juga: Hilang Sehari, Pria di Nusa Penida Ditemukan Tak Bernyawa dalam Sumur
Selain itu, di sawah itu juga terdapat bulu ayam yang sedang dijemur. Keberadaan limbah di sana menimbulkan bau yang tidak sedap, hingga membuat warga yang berada di dekat lokasi mengeluhkan kondisi itu.
Salah seorang warga, Wayan Suminta mengaku kondisi seperti ini sudah dialami sejak beberapa bulan terakhir.
Ia yang memiliki usaha warung sangat mengeluhkan bau ini karena mengganggu aktivitas usahanya.
"Kalau anginnya dari selatan sangat keras sekali bau bulu ayam ini sampai ke warung saya," ungkapnya.
Kondisi itu memengaruhi aktivitas dagangannya yang menjual makanan, mengingat pelanggan merasa tidak nyaman dengan bau yang terendus sampai tempat usaha tersebut.
Sementara pekerja di tempat itu, Matius Bili mengaku baru bekerja dari satu minggu lalu. Pengiriman limbah bulu ayam ini dikatakan datang dari Gianyar yang dikemas menggunakan tas plastik dua hari sekali.
"Saya tidak tahu digunakan untuk apa. Kabarnya akan dikirim ke Jawa. Pas saya ke sini memang sudah ada (penyimpanan limbah bulu ayam)," terangnya.
Anggota DPRD Klungkung I Wayan Mastra yang juga mendapat informasi adanya tempat yang digunakan untuk menampung limbah bulu ayam tersebut langsung mendatangi lokasi.
Ia meminta dinas terkait untuk segera menindaklanjuti keluhan dari masyarakat. "Dinas terkait harus bertindak tegas, hentikan karena menyangkut kesehatan masyarakat, orang berjualan juga supaya bisa," tegasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan