BALIEXPRESS.ID - Pemberian nilai atas pekerjaan rumah (PR) maupun ujian kepada siswa adalah hal wajib dilakukan oleh seorang guru.
Namun hal yang berbeda ditunjukkan oleh seorang guru gen z di SDN 26 Dangin Puri, Denpasar, sebab penilaian diberikan dengan catatan dan gambar lucu kepada siswanya.
Ia adalah Putu Putri Adelia Savitri yang merupakan guru Bahasa Bali.
Baca Juga: FTL Ultra Kerobokan: Gym Premium Berkelas Internasional Berpadu Budaya Bali
Kepada Koran Bali Express, Putri mengatakan, ide pemberian kata-kata dan gambar lucu ini diambil dari gurunya semasa SMA.
Saat itu gurunya pun memberikan kata-kata motivasi dalam penilaian kepada siswa.
“Saya berpikir untuk mengkreasikan hal tersebut ke murid-murid saya, dengan menambahkan gambar lucu agar mood mereka tetap bagus saat menerima hasil ulangan,” ujarnya, Senin (1/6).
Hal ini diterapkan olehnya sejak Februari 2026, saat memberikan nilai dari tugas para siswa, yang mendapatkan respon positif.
Kebanyakan dari mereka sangat antusias menunggu pembagian nilai tugas maupun lembar ujian.
“Respon siswa saya merasa senang, dan saling lihat notes serta gambar apa yang saya kasih di masing-masing lembar ujiannya. Mereka sangat antusias ketika saya bagikan ulangannya, walaupun nilainya seperti nomor absen, mereka tetap ketawa-ketawa karena dpt note dan gambar lucu yang mewakili perasaan gurunya,” ungkapnya.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2026 Tetap Tumbuh Positif, Pemerintah Pastikan Jauh dari Ancaman Krisis 1998
Putri pun juga menyebutkan, para orang tua siswa tidak menyampaikan komplin atas kata-kata dan gambar lucu dari penilaian tersebut.
Malahan memberikan apresiasi atas tulisan yang diberikan kepada anaknya. Bahkan aksi unik guru gen z ini juga meningkatkan niat belajar para siswa.
“Mereka jadi semangat belajarnya, juga semangat untuk memperbaiki nilai keseharian maupun nilai ulangannya,” paparnya.
Sosok Putri merupakan salah satu guru yang dapat ditiru dalam proses belajar mengajar. Putri sendiri merupakan lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Program Studi Sastra Agama dan Bahasa Bali tahun 2023 dengan gelar S.Pd.
Guru asal Desa Banjar Tegeha, Kabupaten Buleleng ini pun langsung menjadi guru honorer di SDN 26 Dangin Puri, Denpasar.
Usianya pun masih muda lantaran lahir pada 25 Oktober 2000. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga