Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Tulikup Salurkan Punia Babi ke Pura Kahyangan Tiga dan Dang Kahyangan, Ringankan Beban Krama saat Piodalan

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 2 Juni 2026 | 17:20 WIB
PERBEKEL : Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika. 
PERBEKEL : Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika.  
 
BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, menyalurkan bantuan punia berupa babi kepada 11 pura kahyangan tiga dan dang kahyangan yang melaksanakan wali atau piodalan. Program yang didanai melalui Pendapatan Asli Desa (PADes) tersebut menjadi bentuk dukungan desa terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban ekonomi krama.
 
Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika, mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah desa untuk menghadirkan manfaat nyata dari pengelolaan aset dan usaha desa kepada masyarakat.
 
“Program ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat. Kami ingin kehadiran desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Ardika, Selasa (2/6).
 
Menurutnya, bantuan yang diberikan berupa babi karena merupakan salah satu sarana penting dalam pelaksanaan berbagai upacara adat dan keagamaan Hindu di Bali.
 
“Kami memahami bahwa biaya upacara saat piodalan cukup besar. Karena itu, desa berupaya memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” katanya.
 
Ardika menjelaskan, program tersebut didanai dari PADes yang bersumber dari sejumlah unit usaha milik desa, di antaranya pasar desa, usaha gas elpiji, dan usaha sembako. Pendapatan yang diperoleh kemudian dialokasikan untuk berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
 
“Dana yang digunakan berasal dari Pendapatan Asli Desa yang dikelola secara produktif melalui berbagai unit usaha desa. Kami ingin hasil usaha desa kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
 
Dalam pelaksanaannya, bantuan disalurkan kepada 11 pura kahyangan tiga dan dang kahyangan yang berada di wilayah Desa Tulikup. Nilai bantuan diperkirakan mencapai sekitar Rp11 juta untuk setiap paket yang terdiri atas dua ekor babi pada sejumlah pura penerima.
 
Selain membantu kebutuhan sarana upacara, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat. Seluruh babi yang disalurkan dibeli dari peternak lokal di Desa Tulikup sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
 
“Kami memberdayakan peternak lokal agar manfaat program ini dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Selain membantu pura, program ini juga mendukung usaha warga desa,” kata Ardika.
 
Ia menegaskan, pemerintah desa sengaja melibatkan peternak lokal agar perputaran ekonomi tetap berada di tingkat desa.
 
“Kami ingin manfaat program ini berputar di desa. Ketika desa membeli dari peternak lokal, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ujarnya.
 
Desa Tulikup memiliki tujuh banjar dinas dan dua desa adat, yakni Desa Adat Tulikup Kelod dan Desa Adat Tulikup Kaler, dengan total 11 pura kahyangan tiga dan dang kahyangan. Penyaluran bantuan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan serta jumlah krama di masing-masing wilayah.
 
Di Banjar Siyut, misalnya, bantuan diberikan berupa satu ekor babi karena disesuaikan dengan jumlah anggota banjar setempat. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan lebih proporsional dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: FTL Ultra Kerobokan: Gym Premium Berkelas Internasional Berpadu Budaya Bali
 
Program yang telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat menilai bantuan tersebut mampu membantu memenuhi kebutuhan upacara sekaligus menjadi wujud perhatian pemerintah desa terhadap pelestarian tradisi adat dan keagamaan.
 
Ardika berharap program punia tersebut dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat.
 
“Kehadiran pemerintah desa tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui dukungan terhadap kegiatan sosial, adat, dan keagamaan masyarakat,” tuturnya.
 
Menurutnya, kepedulian desa terhadap kebutuhan masyarakat akan mendorong partisipasi warga dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
 
“Ketika masyarakat merasakan manfaat langsung dari program desa, kami yakin partisipasi warga dalam pembangunan juga akan semakin meningkat,” katanya.
 
Berdasarkan estimasi PADes yang berasal dari berbagai unit usaha desa, pendapatan yang dikelola Pemerintah Desa Tulikup diperkirakan mencapai Rp300 juta hingga Rp500 juta. Pendapatan tersebut dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
 
“Pemberdayaan ekonomi dan pelestarian adat istiadat harus berjalan beriringan. Program ini menjadi salah satu upaya kami mewujudkan hal tersebut,” ujar Ardika.
 
Melalui program punia tersebut, Pemerintah Desa Tulikup berharap pelaksanaan tradisi keagamaan dapat berlangsung dengan baik, sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan peternak desa.*
Editor : Putu Agus Adegrantika
#perbekel tulikup #Dana punia