Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Koster-Giri Resmikan Bulan Bung Karno VIII 2026, Angkat Semangat “Kawya Atma Kerthi”

Rika Riyanti • Selasa, 2 Juni 2026 | 21:13 WIB
RESMI: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka rangkaian Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Senin (1/6).
RESMI: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka rangkaian Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Senin (1/6).

 

 

BALIEXPRESS.ID – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka rangkaian Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Senin (1/6).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Bali, bende.

Acara tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, kepala daerah kabupaten/kota se-Bali, pimpinan DPRD kabupaten/kota, kepala OPD Pemprov Bali, hingga ribuan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa Bulan Bung Karno 2026 mengusung tema “Kawya Atma Kerthi” yang dimaknai sebagai Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator.

Baca Juga: Hapus Kawasan Kumuh, Pemkot Denpasar Rancang Perbaikan Jalan Karya Makmur Tahun 2027

Menurutnya, peringatan tersebut berlangsung dalam nuansa yang memadukan semangat nasionalisme, kebudayaan, serta nilai spiritual.

Ia menegaskan, Bulan Bung Karno bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan ruang ideologis sekaligus kultural untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan Sang Proklamator dalam kesadaran masyarakat.

Koster menguraikan bahwa tema tahun ini memiliki makna filosofis mendalam. “Kawya” dipahami sebagai ungkapan jiwa luhur, “Atma” sebagai inti kesadaran terdalam, sedangkan “Kerthi” bermakna pemuliaan dan penyucian.

Karena itu, tema tersebut menjadi ajakan agar masyarakat tidak sekadar mengenang Bung Karno sebagai figur sejarah, melainkan menghadirkan semangat perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Gubernur Bali dua periode itu, Provinsi Bali secara konsisten menjadikan Bulan Bung Karno sebagai wadah menjaga memori kolektif bangsa.

"Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga mewariskan jiwa-jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi kepentingan rakyat," katanya.

Koster menyebut perjalanan perjuangan Bung Karno dibentuk oleh berbagai tekanan, mulai dari penjara hingga pengasingan.

Namun dari berbagai keterbatasan tersebut lahir gagasan besar mengenai Indonesia yang merdeka, berdaulat, berdikari, serta berkepribadian dalam kebudayaan.

Baca Juga: Polsek Sukawati Tanamkan Anti-Bullying Sejak Dini Kepada Ratusan Siswa TK Saraswati 

Ia juga menyinggung kedekatan Bung Karno dengan Bali.

Menurutnya, Bung Karno memiliki perhatian serta kekaguman besar terhadap Bali sebagai ruang kebudayaan yang memadukan nilai spiritual, tradisi, dan kehidupan sosial secara harmonis.

Dalam pandangan Bung Karno, lanjut Koster, Bali merupakan cerminan kuat jati diri bangsa, yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus tetap relevan dengan perkembangan zaman.

"Pandangan tersebut menjadi pengingat bagi Kita semua, bahwa Bali tidak hanya harus maju, tetapi juga harus tetap teguh menjaga identitas dan nilai-nilai luhurnya sebagai bagian dari kepribadian Bangsa Indonesia," urai Gubernur Koster.

Baca Juga: Desa Tulikup Salurkan Punia Babi ke Pura Kahyangan Tiga dan Dang Kahyangan, Ringankan Beban Krama saat Piodalan

Bagi masyarakat Bali, kata Koster, Bung Karno bukan hanya tokoh masa lalu, melainkan inspirasi yang terus hidup dan mewarnai arah pembangunan daerah berbasis kearifan lokal serta berorientasi masa depan.

Karena itu, Bulan Bung Karno dipandang bukan sekadar momentum mengenang, tetapi juga menghidupkan kembali nilai perjuangan dalam tindakan nyata.

Ia menambahkan, semangat tersebut selaras dengan visi pembangunan Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Visi tersebut menekankan upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya demi kesejahteraan Krama Bali secara sekala maupun niskala.

"Visi ini berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, yang mengandung enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan sejati, yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi," jelasnya.

Berlandaskan nilai-nilai tersebut, Koster menilai Bali harus terus ditata dengan kesadaran yang menyeluruh agar mampu berkembang sebagai pusat kebudayaan yang kokoh berakar sekaligus memberi kontribusi bagi dunia.

Baca Juga: Putu Putri Adelia Savitri, Sosok Guru Pemberi Catatan dan Gambar Lucu di Lembar Penilaian Siswa

"Dalam kesadaran inilah, Kita melangkah bersama; merawat kesinambungan warisan leluhur serta meneguhkan arah masa depan Bali yang ajeg, berdaulat, dan bermartabat," tambahnya.

Pada momentum Bulan Bung Karno ini, Koster juga mengajak masyarakat Bali, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang kuat dan kompetitif.

Ia menilai masa depan Bali sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya saat ini.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal, semangat kebersamaan, saling menghormati, serta harmoni sosial sebagai fondasi utama kekuatan Bali.

Baca Juga: Dari Copenhagen: Ketika AI, Integritas Akademik, dan Etika Riset Bertemu Publikasi Instan dan Travel Grant Gratis

"Dalam dinamika zaman yang terus bergerak, Kita tidak boleh kehilangan roh kebersamaan. Semangat bekerja bersama, saling menguatkan, dan berbagi tanggung jawab harus tetap menjadi jalan utama dalam setiap upaya pembangunan. Di sanalah terletak kekuatan kolektif yang menjadikan Bali tetap kokoh dan bermartabat. Dengan keteguhan, keikhlasan, dan komitmen yang berkelanjutan, Kita akan mampu memastikan bahwa Bali tidak hanya berkembang, tetapi juga tetap ajeg dalam nilai dan jati dirinya. Inilah bentuk pengabdian Kita dalam menjaga kesinambungan peradaban Bali, demi Nindihin Gumi Bali," pungkas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut.

Perayaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 turut disemarakkan penampilan sejumlah seniman, musisi, dan band lokal Bali, di antaranya Leeyonk Sinatra, Lolot, Bagus Wirata, serta kolaborasi Naluri Manca x Sine x Bali Extreme Drummer.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #Bulan Bung Karno #wayan koster #giri prasta