BALIEXPRESS.ID – Penanganan kerusakan trotoar di kawasan wisata Ubud dipastikan mulai dilakukan tahun ini.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali menyatakan perbaikan fasilitas pejalan kaki di pusat pariwisata Kabupaten Gianyar segera direalisasikan, setelah sebelumnya muncul berbagai aspirasi masyarakat terkait kondisi trotoar yang dinilai belum tertangani.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda, menjelaskan trotoar di kawasan Ubud memang menjadi bagian dari kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.
Namun, untuk pelaksanaan tahun ini, telah ada koordinasi antarpemerintah daerah yang menetapkan pengerjaan perbaikan di pusat Ubud akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Gianyar.
"Diperbaiki tahun ini anggaranya kurang lebih Rp 9 miliar," katanya saat diwawancara usai pembukaan Bulan Bung Karno VIII di Art Center, Denpasar, Senin (1/6).
Di sisi lain, Pemprov Bali akan memusatkan pekerjaan pada ruas jalan dan trotoar di jalur selatan hingga utara Gianyar, mulai dari kawasan Tegaltamu atau sekitar Patung Barong Batubulan menuju wilayah Payangan.
Menurut Nusakti, tahapan administrasi proyek tersebut telah berjalan dan kini memasuki proses menuju pelaksanaan pekerjaan fisik.
"Kegiatan ini sudah masuk Tender, semoga di awal Juli sudah bisa dikerjakan," ucapnya.
Secara umum, Pemerintah Provinsi Bali menganggarkan sekitar Rp94 miliar untuk mendukung pemeliharaan jaringan jalan provinsi di berbagai daerah.
Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk perawatan rutin, tetapi juga untuk penanganan infrastruktur yang terdampak bencana seperti longsor.
"Itu anggaranya untuk seluruh jalan Provinsi, panjang jalan Provinsi," katanya.
Pada tahun anggaran 2026, panjang jalan provinsi yang ditargetkan masuk program pemeliharaan dan perbaikan diperkirakan mencapai sekitar 9 kilometer.
Baca Juga: Hapus Kawasan Kumuh, Pemkot Denpasar Rancang Perbaikan Jalan Karya Makmur Tahun 2027
Pekerjaan akan dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Karangasem.
Penanganan pada beberapa titik terdampak longsor, kata Nusakti, sebagian telah mulai dikerjakan.
Sementara proyek pemeliharaan serta rekonstruksi lainnya kini tengah berada dalam tahapan tender dengan harapan dapat rampung sesuai target waktu yang ditetapkan.
"Untuk yang longsor sebagian sudah kita kerjakan, untuk yang pemeliharaan dan rekontruksi sudah masuk tender mudah-mudahan selesai pertengahan bulan ini. Karena kemarin masih menyesuaikan harga terbaru," tandasnya.(***)
Editor : Rika Riyanti