Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

HUT ke-24 PBB, De Gadjah Tegas: Jangan Jadi Ormas Peminta-minta, Harus Mandiri dan Bermanfaat!

Rika Riyanti • Rabu, 3 Juni 2026 | 08:32 WIB
De Gadjah hadiri HUT ke-24 PBB
De Gadjah hadiri HUT ke-24 PBB

 

BALIEXPRESS.ID- Organisasi Masyarakat Pemuda Bali Bersatu (PBB) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dengan menggelar kegiatan bakti sosial dan persembahyangan di Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Senin (1/6/2026).

 

Kegiatan bakti sosial dilakukan dengan penyerahan bantuan pakaian kepada para pemangku serta menyerahkan dana punia.

Peringatan tahun ini mengusung tema "Bersinergi dengan Masyarakat Melestarikan Adat Budaya Bali Berlandaskan Tri Hita Karana". Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina Pusat PBB Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, Ketua Dewan Penasehat Pusat, unsur Polres Karangasem, Pemerintah Desa Sebudi, tokoh adat, pengurus PBB Karangasem, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

 

Dalam sambutannya, De Gadjah menekankan bahwa keberadaan organisasi masyarakat harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. "Kalau kita tidak bisa bantu orang banyak, bantu beberapa orang. Kalau kita tidak bisa bantu beberapa orang, bantu satu orang. Kalau kita tidak bisa bantu satu orang, minimal jangan nyusahkan, benar enggak?" tandasnya.

 

Menurutnya, semangat pengabdian dan kepedulian sosial harus menjadi identitas utama seluruh kader Pemuda Bali Bersatu. "Jika ada rakyat yang membutuhkan bantu, kita harus hadir. Jika ada masyarakat yang mengalami kesulitan, kita harus bantu. Jika ada bencana, kita harus turun. Jika ada persoalan sosial, mari kita ikut mencari solusi. Karena itulah hakikat organisasi Pemuda Bali Bersatu sesungguhnya," jelasnya.

 

Ia kembali mengingatkan pentingnya kehadiran organisasi di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi berbagai kesulitan. De Gadjah juga menegaskan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya jumlah anggota, melainkan seberapa besar kebermanfaatannya bagi masyarakat.

 

Pada kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan seluruh kader agar menjaga perilaku dan nama baik organisasi di tengah masyarakat. "Masyarakat tidak akan mengenang atribut yang kita gunakan, tapi masyarakat akan mengenang karena apa yang kita lakukan," sebutnya.

 

Menurutnya, aksi nyata jauh lebih penting dibandingkan sekadar menunjukkan identitas organisasi. "Masyarakat tidak akan menilai kita dari seberapa keras suara kita, tapi masyarakat nilai kita dari seberapa besar manfaat kita yang kita berikan. Betul enggak?" tegasnya.

 

Selain itu, De Gadjah mengajak seluruh anggota untuk menjaga nilai-nilai menyama braya serta memperkuat hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat Bali. "Mari kita jaga Bali tetap damai, harmonis, aman, dan bermartabat," ajaknya.

 

"Jadi kita berkawan dengan semuanya; semua ormas, semua masyarakat di Bali, Pecalang, semua Bendesa, Jero Mangku, para Lingsir, semuanya kita berkawan bersahabat hormat kepada yang tua. Yang tua hargai yang muda, tolonglah yang lemah, karena suatu saat kita akan tua, kita akan lemah dan membutuhkan pertolongan orang lain," imbuhnya.

 

Ia juga mengingatkan agar setiap anggota tetap rendah hati dan tidak menyalahgunakan jabatan maupun kekuasaan. "Semua ada masanya. Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Sekarang masa-masa kalian berbuatlah baik sebanyak-banyaknya," sebutnya.

 

Kepada kader muda, De Gadjah menitipkan masa depan organisasi agar tetap berjalan di jalur pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pengabdian yang tulus akan selalu dikenang oleh masyarakat dibandingkan jabatan maupun kekuasaan yang sifatnya sementara.

 

"Kalau dulu kita dikenal karena keberanian, tetapi sekarang dan ke depannya kita dikenal karena pengabdian. Kalau dulu kita dikenal karena kekuatan, tapi sekarang dan ke depannya kita dikenal karena ketulusan," ujarnya.

 

Menutup sambutannya, De Gadjah mengajak seluruh keluarga besar Pemuda Bali Bersatu untuk terus menjaga persatuan, kemandirian, dan semangat gotong royong dalam mengabdi kepada masyarakat.

 

"Selamat hari ulang tahun yang ke-24 Pemuda Bali Bersatu. Teruslah bersatu dalam persaudaraan. Teruslah mandiri dalam perjuangan. Mandiri ingat ya, jangan nunggu dikasih atau minta-minta. Dan teruslah bergotong royong untuk rakyat. Bersatu untuk Bali, mengabdi untuk negeri," tutupnya.

 

Sementara, Ketua PC PBB Karangasem I Wayan Subagia mewakili Jero Gede Sida Guna selaku Dewan Pembina di Karangasem sekaligus Sekjen PBB Pusat, berterima kasih dan mengapresiasi De Gadjah sebagai Ketua Dewan Pembina, I Komang Gede Juliantara alias Mang De sebagai Ketua Umum PBB beserta jajaran pengurus PBB pusat yang hadir.

 

Dengan arahan, petunjuk, serta motivasi tersebut, ia berharap bisa menjaga nama organisasi dan berbuat yang terbaik bagi organisasi PBB dan masyarakat Bali. Pihaknya akan selalu siap dan loyal mengemban AD/ART organisasi dan instruksi dari pimpinan pengurus pusat.

 

"Sekali lagi kami keluarga besar PBB di Karangasem berterima kasih untuk seluruh jajaran pengurus PBB Pusat, semoga PBB ke depannya lebih berkembang, lebih maju, tetap solid dan kompak serta selalu dapat berkontribusi terhadap kemajuan organisasi," harapnya.

Editor : Wiwin Meliana
#De Gadjah #ormas