Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diklat Singkat, Guru dan Penyuluh Agama Dilatih Gunakan AI untuk Bahan Ajar

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:01 WIB
DIKLAT : Diklat singkat (short course) pemanfaatan AI bagi guru agama dan penyuluh agama di Kemenag Gianyar.
DIKLAT : Diklat singkat (short course) pemanfaatan AI bagi guru agama dan penyuluh agama di Kemenag Gianyar.

BALIEXPRESS. ID - Kegiatan Short Course Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru Agama dan Penyuluh Agama di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar resmi ditutup pada Senin (8/6). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Denpasar ini berlangsung secara luring dan daring selama lima hari dengan melibatkan 40 peserta.

Pada acara penutupan, Kepala Kantor Kemenag Gianyar yang diwakili oleh Kasubag TU, Ida Bagus Putu Anom Arisudana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Diklat Keagamaan Denpasar selaku penyelenggara kegiatan. Selain memberikan kesempatan kepada para guru agama dan penyuluh untuk meningkatkan kompetensi di bidang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, juga kegiatan tersebut dapat berjalan meski keterbatasan anggaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Diklat Keagamaan Denpasar atas terselenggaranya short course ini. Semoga ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diaplikasikan secara optimal dalam proses pembelajaran oleh guru agama maupun dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhan oleh para penyuluh agama,” ujarnya.

Baca Juga: Kebun Krisan Agro Pudak Lestari Farm, Tempat Wisata Cantik Bagi Pasangan Muda.

Lebih lanjut, Anom Arisudana mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, harus disikapi secara bijak. Menurutnya, secanggih apa pun teknologi yang tersedia, tetap membutuhkan peran manusia sebagai penggerak dan pengendali agar dapat dimanfaatkan secara efektif dan bertanggung jawab.

“Teknologi AI merupakan alat bantu yang sangat bermanfaat. Namun perlu diingat bahwa secanggih apa pun teknologi tersebut, tanpa manusia yang menggerakkan dan mengelolanya, maka tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan diklat yang mampu memberikan manfaat besar bagi peserta meskipun dilaksanakan dengan keterbatasan anggaran. Menurutnya, kombinasi pembelajaran secara luring dan daring telah memberikan pengalaman belajar yang sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta.

“Kegiatan diklat ini terbukti memberikan dampak positif dan sangat dirasakan manfaatnya oleh 40 peserta yang mengikuti pelatihan. Semoga hasil yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan penyuluhan keagamaan di Kabupaten Gianyar,” tambahnya.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai aplikasi dan teknologi AI dalam mendukung tugas profesional mereka. Sehingga dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkaya materi penyuluhan, serta memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#pemanfaatan air