BALIEXPRESS.ID – Sebuah ruko di kawasan Pasar Ijo Gading, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, dilalap api pada Kamis (11/6/2026) petang.
Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut sempat membuat petugas pemadam kebakaran harus menjebol rolling door yang terkunci untuk mengakses titik api.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 18.19 Wita oleh seorang pedagang bernama Santori yang berjualan di depan lokasi kejadian.
Baca Juga: Terseret Air Bah di Baktiseraga Buleleng, Mahasiswa Ditemukan Meninggal di Bawah Reruntuhan Rumah
Saat itu, ia melihat kepulan asap keluar dari dalam ruko yang dalam keadaan tertutup dan terkunci.
Menyadari adanya kebakaran, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas terkait.
Laporan diterima oleh petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Jembrana sekitar pukul 18.26 Wita.
Baca Juga: Pemantauan Jelang Galungan, Pemkab Badung Pastikan Stok Pangan Aman
Kasatpol PP Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila, mengatakan begitu menerima laporan, petugas yang sedang bersiaga langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Rolling door dalam keadaan terkunci, petugas terpaksa menjebolnya agar proses pemadaman dapat dilakukan,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas menggunakan kapak untuk membuka akses masuk ke dalam ruko.
Setelah berhasil membuka pintu, petugas segera mengarahkan semburan air ke sumber api dan berhasil mengendalikan kobaran dalam waktu singkat.
Proses pemadaman melibatkan gabungan Regu I, Regu II, dan Regu III Damkar Jembrana.
Sebanyak empat armada dikerahkan, terdiri dari satu unit tangki merah, satu unit tangki silver, satu unit Hino Tembak, dan satu unit Altora.
Dalam upaya pemadaman tersebut, petugas menghabiskan sekitar 8.500 liter air untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Ruko yang terbakar diketahui milik Ni Made Sastikarani (33), warga Kecamatan Negara. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik.
“Korban nihil dan api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke bangunan lain di kompleks pasar,” pungkas Eko Susila. (*)
Editor : I Made Mertawan