Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ajak Penonton Jaga Hati, Calonarang Duta Badung Memukau di PKB XLVIII

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 18 Juni 2026 | 12:47 WIB
Penampilan Sanggar Seni Majalangu, Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara yang membawakan Calonarang dengan lakon Geseng Waringin, Selasa (16/6). (Ist)
Penampilan Sanggar Seni Majalangu, Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara yang membawakan Calonarang dengan lakon Geseng Waringin, Selasa (16/6). (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Rekasadana (Pergelaran) Calonarang bertajuk Geseng Waringin yang dibawakan Sanggar Seni Majalangu, Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, tampil memukau di Kalangan Ayodya, Art Centre Denpasar, Selasa (16/6).

Sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, para seniman ini mengangkat nilai-nilai spiritual melalui kisah pertemuan antara Mpu Bharadah dan Walunateng Dirah atau Calonarang.

Melalui cerita tersebut, penonton diajak merenungkan pentingnya menjaga kemurnian hati dan pikiran sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga: Tujuh Kios di Pasar Tulikup Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta

Ketua Sanggar Seni Majalangu, I Made Agus Adi Santikayasa mengatakan, pihaknya sengaja memilih lakon Geseng Waringin karena memiliki keterkaitan erat dengan tema besar PKB tahun ini.

Dalam alur cerita yang dipentaskan, Mpu Bharadah memberikan nasihat kepada Walunateng Dirah agar selalu mengingat nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.

“Di sana Mpu Bharadah akan menasihati Walunateng Dirah supaya eling tekening dewek pedidi (tahu akan diri sendiri), artinya melakukan hal yang baik, berbuat yang baik, sehingga dapat menjaga atma yang ada dalam diri agar tetap suci,”  ujar pria yang akrab disapa Gus Cupak tersebut.

Baca Juga: Boy n Bandit Vakum, I Bandit Bangkit Selamatkan Ratusan Lagu yang Terpendam

Menurutnya, pesan yang terkandung dalam pertunjukan tersebut masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Ia menilai segala tindakan manusia berawal dari kebersihan hati dan pikiran.

”Konsep ini bisa dikaitkan dengan kehidupan hari ini. Dari pikiran, dari hati, akan lahir perkataan yang baik dan akan ada tindakan yang baik. Yang penting harus menjaga hati. Atma kerthi itu bagaimana kita menjaga hati nurani agar tetap bersih,” ungkapnya.

Baca Juga: BRI Jazz Gunung Series 2026 Kembali Digelar, Perayaan Harmoni Musik, Alam, dan Budaya dalam Satu Pertunjukan

Gus Cupak juga menyatakan, hati yang bersih juga akan melahirkan ketenangan serta kreativitas, termasuk bagi para seniman dalam menghasilkan karya-karya seni yang berkualitas.

”Sehingga akan bisa menghasilkan ketenangan, ide-ide kreatif untuk para seniman dalam berkarya,” paparnya.

Untuk pementasan kali ini, Sanggar Seni Majalangu melibatkan sekitar 75 seniman yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda.

Persiapan pementasan pun dilakukan sejak akhir Februari 2026. Rentang waktu latihan yang cukup panjang dinilai memberi ruang bagi para seniman untuk mematangkan garapan tanpa harus terburu-buru.

”Kami dari seniman, khususnya yang mewakili seniman Badung, selalu mengapresiasi Pesta Kesenian Bali. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan selalu bersinergi dengan para seniman untuk memfasilitasi setiap kegiatan kami,” ucapnya seraya berharap PKB tetap berlanjut untuk menjadi wadah kreativitas seniman Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana mengaku, sangat mendukung potensi seni yang ada di Kabupaten Badung.

Bahkan pada tahun 2026, pihaknya mengembangkan program Banjar Menari yang dimulai dari tingkat desa dengan melibatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang seni tari maupun seni tabuh.

“Kami melakukan kegiatan Banjar Menari, tetapi start-nya dari desa. Kami memanfaatkan potensi SDM yang punya kompetensi di bidang seni, baik seni tari maupun seni tabuh, untuk membina di masing-masing desa. Sekarang berjalan di 62 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Badung,” terang Sukadana.

Pihaknya pun menilai, PKB memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan seni budaya Bali.

Sekaligus menjadi ruang pengembangan kreativitas para seniman di Kabupaten Badung.

Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan pariwisata berkualitas yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Badung.

”Ketika kita berbicara pariwisata berkualitas, khususnya di Kabupaten Badung, pasti di dalamnya ditunjang oleh unsur-unsur seni dan budaya yang ada di Kabupaten Badung,” paparnya.

Lebih lanjut, Sukadana menambahkan,  Pemkab Badung saat ini mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung partisipasi seniman dalam PKB.

Hal ini pun sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung pelestarian seni budaya,

”Buktinya sekarang di Pesta Kesenian Bali yang ke-48 ini, Pemerintah Kabupaten Badung men-support dana kurang lebih sekitar Rp7 miliar. Ini sebuah keseriusan dari pimpinan kami dalam mengembangkan dan menggali potensi-potensi seni yang ada di Kabupaten Badung,” paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#calonarang #badung #pkb