Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wajah Baru Jantung Kota Singaraja, Penataan Kawasan Titik Nol Kian Memikat

Dian Suryantini • Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:07 WIB
Kawasan Titik Nol Kota Singaraja yang sedang dalam proses penataan di Buleleng. (Dian/Bali Express)
Kawasan Titik Nol Kota Singaraja yang sedang dalam proses penataan di Buleleng. (Dian/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Wajah pusat Kota Singaraja kini tampil semakin tertata. Penataan Kawasan Titik Nol yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak hanya mempercantik kawasan tersebut, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang nyaman dan menjadi magnet baru bagi masyarakat untuk berkumpul dan beraktivitas.

Meski beberapa pekerjaan penyelesaian akhir masih berlangsung, kawasan yang berada di jantung Kota Singaraja itu sudah mulai dimanfaatkan masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari.

Suasana yang lebih rapi, terbuka, dan nyaman membuat kawasan tersebut ramai dipadati warga yang datang untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, maupun sekadar menikmati senja.

Baca Juga: Ngeri! Dua Pengunjung Terpental dari Jet Coaster di Pasar Rakyat Pergung Jembrana

Penataan Kawasan Titik Nol dilakukan dengan mengedepankan konsep pelestarian sejarah sekaligus menghadirkan ruang publik yang representatif bagi masyarakat.

Kawasan tersebut bukan sekadar dibangun menjadi tempat yang indah, melainkan dirancang agar mampu menghidupkan kembali identitas Kota Singaraja sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan pada masa lalu.

“Kami ingin kawasan ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat. Tempat yang nyaman untuk beraktivitas, berinteraksi, sekaligus mengenalkan kembali sejarah Singaraja kepada generasi sekarang maupun wisatawan yang datang,” ujar Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra saat meninjau kawasan, belum lama ini.

Baca Juga: Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi “Sell Indonesia” Dinilai Keliru

Penataan dilakukan dengan memperhatikan unsur estetika dan kenyamanan. Area pejalan kaki dibuat lebih luas, ruang terbuka ditata lebih rapi, sementara sejumlah elemen khas yang merepresentasikan identitas Kota Singaraja turut dihadirkan sebagai bagian dari konsep kawasan heritage.

Perubahan tersebut secara perlahan mulai mengubah wajah pusat kota. Kawasan yang sebelumnya lebih dikenal sebagai area lalu lintas dan aktivitas perdagangan kini berkembang menjadi ruang publik yang hidup.

Baca Juga: Kejati Sumsel Tegaskan BRI Tidak Terlibat Aliran Dana Ilegal dalam Kasus Kredit PT SAL dan PT BSS

Menjelang sore, pengunjung dari berbagai kalangan terlihat memadati kawasan itu untuk menikmati suasana kota yang lebih terbuka dan tertata.

Selain memberikan kenyamanan bagi warga, penataan kawasan juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Kehadiran ruang publik yang representatif membuka peluang bagi pelaku usaha lokal serta meningkatkan daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata baru di Bali Utara.

“Pemerintah daerah akan terus melakukan penyempurnaan agar manfaat kawasan ini semakin besar bagi masyarakat,” kata Sutjidra.

Perubahan wajah pusat Kota Singaraja tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang pengunjung, Eli, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), mengaku terkesan dengan penataan yang dilakukan.

Menurutnya, kawasan yang kini lebih terbuka dan tertata membuat interaksi sosial masyarakat menjadi lebih hidup dibandingkan sebelumnya.

“Perubahannya luar biasa. Sekarang lebih luas, lebih nyaman, dan orang-orang jadi banyak berkumpul di sini. Ini membuat suasana kota terasa lebih hidup,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa yang berasal dari luar Bali, Eli melihat penataan kawasan tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat citra Singaraja sebagai kota yang memiliki karakter tersendiri.

Ia menilai konsep yang diusung berhasil memadukan nuansa modern dengan kekayaan sejarah yang dimiliki kota tua tersebut.

Baginya, salah satu daya tarik yang paling menonjol adalah hadirnya berbagai elemen yang memperkuat identitas Singaraja, termasuk ornamen singa yang menjadi simbol kota.

“Kalau dibandingkan dulu, perubahannya sangat terlihat. Sekarang lebih cantik, nyaman, dan punya karakter tersendiri. Ornamen singa yang ada di kawasan ini langsung menunjukkan identitas Kota Singaraja,” katanya.

Seiring terus berjalannya proses penyempurnaan, Kawasan Titik Nol Singaraja perlahan menjelma menjadi wajah baru kota.

Bukan hanya sebagai ruang terbuka yang mempercantik pusat kota, tetapi juga sebagai titik temu antara sejarah, aktivitas masyarakat, dan harapan baru bagi berkembangnya pariwisata serta ekonomi di Bali Utara. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#kawasan titik nol #kota singaraja #buleleng