BALIEXPRESS.ID - Sebuah video menunjukkan adanya semburan limbah diduga di Pantai Segara Ayu, Kelurahan Sanur, Denpasar viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar air berwarna hitam dan menimbulkan bau menyengat muncul mengotori area pantai di dekat revetment.
Pihak terkait, mulai dari Desa Adat Intaran, Lurah Sanur, DLHK Denpasar, Dinas PUPR Denpasar, dan aparat kepolisian, Minggu (21/6) turun ke lokasi.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan tidak ditemukan cemaran limbah.
Bahkan lubang munculnya cemaran tersebut tidak ditemukan.
Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana menyatakan, saat ada yang viral pastinya akan dilakukan pengecekan kebenarannya.
Untuk itu dirinya bersama instansi terkait, Lurah Sanur dan aparat kepolisian langsung turun ke Pantai Segara Ayu.
"Ternyata enggak ada apa-apa di sini, Kalau misalnya, dari DLHK tadi menyatakan, Kalau memang itu kejadiannya kemarin, pasti ada bekasnya,” ujar Alit Kencana, saat ditemui usai pemantauan.
Pihaknya pun memastikan, informasi yang beredar luar di media sosial adalah hoaks.
Baca Juga: Gamelan Suling Gita Semara Peliatan Siap Tampilkan Legong Lasem Klasik Era 1969 di PKB 2026
Terlebih di lokasi titik semburan tidak ditemukan lubang dan bekas cemaran limbah.
Disisi lain usaha di sepanjang Pantai Segara Ayu juga dipastikan menggunakan saluran DSDP dalam mengelola limbah.
"Berarti kami bisa memastikan bahwa kejadian itu tidak berlangsung di sini dan kejadian itu tidak berlangsung kemarin. Tiyang (saya) nyatakan bahwa itu hoaks,” tegasnya.
Disinggung terkait upaya pelaporan ke pihak kepolisian, Alit Kencana mengaku, dirinya tidak melakukan hal tersebut.
Namun ia telah diminta untuk melakukan klarifikasi kepada pihak kepolisian.
“Nanti dari pihak berwajib akan meminta klarifikasi kita, untuk menelusuri,” paparnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Lurah Sanur, Ida Bagus Made Windu Segara.
Dirinya yang ikut melakukan pemantauan, memastikan kejadian cemaran limbah tidak ada.
Namun ia memperkiakan video yang viral di media sosial sempat terjadi beberapa tahun lalu, namun sudah ditangani dengan baik.
“Titiyang (saya )sudah sempat investigasi secara singkat, nika bahwa video sudah lama. Kejadian itu tidak kemarin, dan tidak bulan niki (ini),” jelas Windu Segara.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Terlebih video kejadian yang tidak benar terjadi dapat mempengaruhi kondisi wilayah pariwisata. Apalagi pariwisata Sanur kini kembali dikembangkan.
“Jadi, kami sudah menghimbau, artinya memberitahu agar berhati-hati di dalam nge-post video ataupun foto di media sosial, karena ini juga menyangkut wilayah kami, wilayah kami yang penuh dengan pariwisata,” tandasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga