Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Duta Badung, Sanggar Gargita Santhi Angkat Spirit Alas Sangeh di PKB 2026

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 23 Juni 2026 | 11:32 WIB
Penampilan Sanggar Seni Gargita Santhi dalam Pergelaran Gambelan Inovatif di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Senin (22/6). (Ist)
Penampilan Sanggar Seni Gargita Santhi dalam Pergelaran Gambelan Inovatif di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Senin (22/6). (Ist)

BALIEXPRESS.ID - Dentang gamelan berpadu dengan sentuhan modern menggema di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Senin (22/6), saat Sanggar Seni Gargita Santhi dari Banjar Pacung, Desa Sangeh, sukses membuat penonton terpukau dan berdecak kagum.

Duta Kabupaten Badung dalam Rekasadana (Pergelaran) Gambelan Inovatif di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 ini menghadirkan tiga garapan seni yang kuat secara konsep, musikalitas, dan pesan lingkungan.

Ketiga karya tersebut, yakni Tri Paiketan, Sang-Ngeh, dan Tapa Rare, yang seluruhnya terinspirasi dari kearifan lokal Alas Sangeh.

Baca Juga: I Made Dwi Sathya Kurniawan Banggakan Badung, Terpilih Paskibraka Pusat 2026

Garapan pertama, Tri Paiketan tentang Harmoni Jiwa dan Alam di Hutan Sangeh, menggambarkan keseimbangan hidup antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Tiga wilayah suci Tempek Kangin, Tempek Tengah, dan Tempek Kauh menjadi simbol harmoni yang terjalin dalam kehidupan kawanan kera dan ekosistem hutan.

Melalui gerak tari yang terinspirasi dari alam, dipadukan dengan narasi gerong bertema pelestarian lingkungan, karya ini juga menyisipkan pesan kekinian melalui aksi memungut sampah di panggung.

Baca Juga: Duta Gong Kebyar Anak-Anak Jembrana Memukau di PKB XLVIII 2026, Dolanan Makepung Papah Banjir Tepuk Tangan

Nilai Atma Kerthi menjadi roh utama, sebagai refleksi menjaga kesucian jiwa dan keharmonisan alam.

Karya kedua, Sang-Ngeh, menyuguhkan kisah magis asal-usul Hutan Sangeh.

Komposisi musikalnya memadukan gamelan Bali dengan instrumen modern dan lintas budaya seperti bass dan erhu.

Baca Juga: Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium di Mandalika Racing Series Ronde 2, Andi Gilang Sumbang 4 Podium

Harmoni bunyi yang dihasilkan menghadirkan suasana mistis sekaligus puitis, memperkuat pesan spiritual tentang hubungan manusia dan alam semesta.

Sementara itu, Tapa Rare mengangkat perjalanan spiritual Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti.

Karya ini memadukan simbol tapa sebagai pengendalian diri dan rare sebagai kreativitas anak-anak dalam bentuk musikalitas yang kompleks.

Perpaduan vokal dan instrumental menghasilkan komposisi inovatif yang sarat makna filosofis.

Koordinator seni, Robert Brosnan menyatakan, proses latihan berlangsung selama tiga bulan dengan melibatkan penabuh, penari, dan vokalis.

“Dalam proses latihan yang susah itu untuk klop-nya. Karena apa? Karena kan kebentur hari raya soalnya, Hari Raya Galungan, Kuningan. Itulah yang kadang membuat jadwal latihan bolong karena semua teman-teman pastinya memiliki kesibukan,” ungkap Robert.

Pihaknya menyebutkan, ciri khas penampilan sanggar adalah mengangkat local genius Alas Sangeh sebagai sumber inspirasi utama.

Kemudian ada pelibatan 22 penabuh, enam penari, dan dua gerong.

Dalam pertunjukan ini, mereka menggabungkan berbagai instrumen seperti semar pegulingan, rinding, bass, hingga erhu, menciptakan warna musik yang unik dan segar.

“Itu yang saya angkat karena tidak jauh dari konsep Atma Kerti sekarang dalam PKB 2026 ini,” ujarnya.

Robert juga menegaskan pesan penting yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Terutama terkait masalah sampah yang kini masih menjadi momok saat ini.

“Mengingat masalah sampah seperti saat ini, itu yang membuat tiang dan teman-teman resah juga. Maka dari itu, tiang mengangkat konsep ini yang bertemakan alam,” katanya.

Sementara, Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Badung, I Made Adi Adnyana, menyampaikan apresiasi atas kreativitas generasi muda dalam mengembangkan seni tradisi.

Ia menegaskan bahwa gamelan inovatif merupakan bentuk pengembangan dari tradisi yang tetap berpijak pada akar budaya lokal.

Pemkab Badung pun terus memberikan dukungan penuh, termasuk pendanaan, bagi para seniman muda untuk tampil di PKB.

“Tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, sangat relevan dengan karya yang diangkat Sanggar Gargita Santhi karena menggali kearifan lokal Desa Sangeh,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#sanggar seni #Gambelan Selonding #sangeh #badung #pkb