BALIEXPRESS.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" untuk menyambut musim libur sekolah 2026.
Melalui program ini, masyarakat didorong memanfaatkan destinasi wisata di dalam negeri, khususnya yang berada di sekitar tempat tinggal, guna meningkatkan perjalanan wisatawan nusantara sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Kampanye tersebut menawarkan konsep berlibur yang lebih praktis, terjangkau, dan efisien tanpa mengurangi kualitas pengalaman wisata.
Strategi ini juga diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata domestik dengan mendorong perputaran ekonomi hingga ke berbagai daerah.
Baca Juga: Legong Klasik Kelandis Era 1930-an Kembali Dipentaskan, Pukau Penonton PKB XLVIII
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama sekaligus Juru Bicara Kemenpar, Nia Niscaya, mengatakan tren perjalanan wisata saat ini menunjukkan masyarakat lebih memilih destinasi yang dekat, mudah dijangkau, dan tidak membutuhkan biaya besar.
"Selain memperkuat ekonomi nasional, mengurangi arus keluar devisa, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah ini juga mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah," kata Nia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Nia, peningkatan tersebut dibarengi dengan perubahan preferensi wisatawan yang kini lebih mengutamakan fleksibilitas perjalanan, kenyamanan, serta efisiensi anggaran.
Berdasarkan data tahun 2025, perjalanan antarkabupaten/kota dalam satu provinsi masih mendominasi dengan porsi 67,7 persen dari total perjalanan wisata domestik.
"Pola ini juga sejalan dengan temuan UN Tourism yang menunjukkan wisatawan cenderung memilih destinasi terdekat karena lebih hemat biaya, mudah diakses, dan menawarkan beragam atraksi yang belum banyak dieksplorasi," ujarnya.
Untuk mendukung perencanaan perjalanan, Kemenpar juga memperkenalkan pemanfaatan platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama MaiA.
Platform ini dirancang membantu masyarakat menyusun itinerary sesuai kebutuhan dan anggaran perjalanan.
Baca Juga: Industri Hiburan Malam Bali Bertambah, Konsep Luxury Karaoke Mulai Dilirik
Selain itu, Kemenpar menggandeng pelaku industri pariwisata menghadirkan 95 paket wisata edukatif dan rekreatif yang melibatkan 40 mitra usaha.
Paket tersebut menyasar keluarga dan pelajar dengan pilihan wisata alam, budaya, bahari, hingga petualangan.
"Destinasi yang ditawarkan antara lain berada di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pilihan harga yang dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing wisatawan," ujar Nia.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Kemenpar turut bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, HIPPINDO, dan APPBI melalui program "BINA Holiday & Back to School 2026".
Baca Juga: Serahkan 499 Sertipikat Hak Pakai, Kementerian ATR/BPN Amankan Rp124 T Aset Pemprov DKI Jakarta
Program ini menawarkan potongan harga hingga 50 persen di sekitar 80.000 gerai ritel dan 414 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi.
Di akhir paparannya, Nia kembali mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi AI dalam merencanakan perjalanan wisata.
“Mari rencanakan liburan cara baru #DiIndonesiaAja bersama teman perjalanan digital berbasis AI, MaiA,” ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenpar Imam Priyono memastikan kesiapan destinasi wisata beserta infrastruktur pendukung untuk menghadapi peningkatan jumlah wisatawan selama musim libur sekolah.
Persiapan difokuskan pada penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.
"Kami berharap setiap wisatawan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan, aman, dan menjadi kenangan indah selama berlibur di Indonesia," ucap Imam.
Baca Juga: Realisasi 5 Bulan Rp400 Juta, Dishub Bangli Optimis Retribusi Pelayanan Parkir 2026 Capai Target
Pemerintah juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko melalui koordinasi lintas sektor, termasuk pemetaan kawasan rawan bencana dan penyediaan panduan keselamatan di destinasi wisata.
"Berbagai modul telah disiapkan, termasuk modul penanganan keracunan pangan, sebagai acuan bagi pengelola destinasi dalam menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan," kata Imam.
Di sisi lain, Juru Bicara Kemenpar Mochamad Achir mengatakan pemerintah turut memberikan stimulus berupa diskon tiket transportasi massal, baik pesawat, kereta api, maupun kapal laut kelas ekonomi, untuk mendorong mobilitas masyarakat selama periode liburan.
"Program ini diharapkan semakin mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata domestik. Namun, sebagian besar diskon berlaku untuk layanan kelas ekonomi sesuai periode yang telah ditetapkan," tutur Achir.(***)
Editor : Rika Riyanti