BALIEXPRESS.ID – Di balik sorot lampu Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Kamis (25/6) malam, Komunitas Barong Singapadu tidak sekadar tampil dalam ajang Wimbakara Tari Barong Ket Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII. Mereka membawa sebuah misi penting, yaitu menghidupkan kembali jejak sejarah dan identitas Tari Barong Ket Singapadu yang telah diwariskan lintas generasi.
Sebagai Duta Kabupaten Gianyar, komunitas yang beranggotakan para seniman lintas generasi ini sukses memukau ribuan penonton. Gemuruh tepuk tangan yang terus mengiringi pementasan menjadi bukti bahwa karya yang mereka suguhkan mampu menyentuh rasa sekaligus membangkitkan kebanggaan terhadap warisan budaya Bali.
Garapan yang ditampilkan berangkat dari akar sejarah Tari Barong Ket Singapadu yang diyakini berkembang dari karya maestro seni Bali, Ida Dewa Agung Api. Sosok seniman legendaris tersebut dikenal memiliki kontribusi besar dalam perkembangan seni pertunjukan Bali, khususnya seni Barong yang kemudian menyebar dan berkembang ke berbagai daerah di Pulau Dewata.
Melalui proses eksplorasi yang mendalam, Komunitas Barong Singapadu berusaha menggali kembali bentuk-bentuk gerak tari yang diwariskan para pendahulu. Gerak-gerak tersebut kemudian distilisasi menjadi sajian artistik yang lebih segar dan komunikatif tanpa menghilangkan pakem serta nilai tradisi yang menjadi ruh utama Tari Barong Ket Singapadu.
Keunikan pementasan semakin terasa ketika karakter Barong Aeng Brengengeng atau yang lebih dikenal sebagai Barong Nyinge muncul di tengah arena. Sosok barong dengan karakter galak tersebut menjadi simbol kekuatan sekaligus identitas khas Singapadu. Dengan gerak yang dinamis dan ekspresif, Barong Nyinge seakan menghidupkan kembali cerita panjang perjalanan seni Barong yang tumbuh dari desa yang kini dikenal sebagai salah satu pusat seni Bali.
Tidak hanya pada aspek tari, kekuatan garapan juga terletak pada iringan musik tradisional yang dibangun dari karakter tetabuhan khas Singapadu. Setiap hentakan kendang, bunyi ceng-ceng, dan alunan gamelan berpadu membentuk suasana dramatik yang kuat. Iringan tersebut tidak hanya menjadi pengiring tari, tetapi juga mempertegas identitas musikal yang telah lama hidup di tengah masyarakat Singapadu.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Perbawa, menjelaskan bahwa garapan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian sekaligus penguatan identitas Tari Barong Ket Singapadu yang diyakini sebagai embrio perkembangan seni Barong di Bali.
“Melalui garapan ini kami ingin menggali kembali sejarah lahirnya Tari Barong Ket yang berawal dari Desa Singapadu, sekaligus mempertegas ciri khas Barong Singapadu sebagai identitas seni pertunjukan Kabupaten Gianyar,” ujarnya.
Menurut Adi Perbawa, konsep yang diangkat adalah Tapel Barong Galak atau Barong Nyinge yang dibuat secara khusus dengan tetap mempertahankan karakter asli Barong Singapadu. Meski menghadirkan sentuhan pengembangan artistik, seluruh elemen pertunjukan tetap berpijak pada pakem Tari Barong Ket yang diwariskan secara turun-temurun.
“Barong yang ditampilkan dibuat secara khusus dengan konsep Tapel Barong Galak atau Barong Nyinge. Iringannya menggunakan tetabuhan yang berkarakter kuat dan dinamis, namun tetap tidak meninggalkan pakem Tari Barong Ket,” jelasnya.
Bagi masyarakat Singapadu, Barong bukan sekadar kesenian yang dipentaskan di atas panggung. Ia merupakan bagian dari identitas budaya, ruang spiritual, sekaligus simbol kebersamaan masyarakat. Karena itu, setiap upaya pelestarian yang dilakukan tidak hanya bertujuan menjaga bentuk pertunjukan, tetapi juga merawat nilai-nilai yang hidup di baliknya.
Melalui penampilan di PKB XLVIII, Komunitas Barong Singapadu menunjukkan bahwa tradisi tidak harus berhenti pada romantisme masa lalu. Dengan pemahaman yang kuat terhadap akar budaya dan keberanian melakukan eksplorasi yang terukur, warisan leluhur dapat terus relevan dan hidup di tengah perkembangan zaman. Dari Singapadu, denyut sejarah Barong Ket kembali bergema, mengingatkan bahwa seni yang besar lahir dari tradisi yang dijaga dengan sepenuh hati. *