Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

I Wayan Rediyasa, Pendiri OTC Bali Optimistis Institusi Terus Berkembang

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:33 WIB
PENDIRI : Pendiri LPK/LKP Overseas Training Center (OTC) I Wayan Rediyasa, SE., M.Tr.Par.
PENDIRI : Pendiri LPK/LKP Overseas Training Center (OTC) I Wayan Rediyasa, SE., M.Tr.Par.

BALIEXPRESS.ID -  Pendiri LPK/LKP Overseas Training Center (OTC) Bali, I Wayan Rediyasa, memastikan proses pembenahan tata kelola organisasi yang tengah berlangsung tidak mengganggu aktivitas akademik maupun pelayanan kepada mahasiswa. Seluruh kegiatan perkuliahan di delapan kampus OTC Bali disebut tetap berjalan normal.

Rediyasa mengatakan, informasi yang menyebut OTC Bali mengalami persoalan hingga dikabarkan tidak lagi beroperasi tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurut dia, seluruh layanan akademik dan operasional kampus tetap berlangsung seperti biasa.

"Kami ingin masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya. OTC Bali tetap eksis, kegiatan perkuliahan berjalan seperti biasa, dan seluruh pelayanan kepada mahasiswa tetap berlangsung,"  jelasnya, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan, perubahan struktur pengelolaan berawal dari pengunduran diri sekitar 95 persen jajaran manajemen pada 17 Maret 2026. Perubahan tersebut, kata dia, murni merupakan pengunduran diri, bukan akibat pemecatan.

Baca Juga: Pedagang Sembako di Kuta Dilempari Bongkahan Beton, Bola Mata Cedera Berat dan Perlu Diangkat

Menghadapi kondisi tersebut, yayasan segera melakukan rekrutmen sumber daya manusia (SDM) baru. Meskipun masa transisi bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, kebutuhan tenaga kerja berhasil dipenuhi sebelum aktivitas perkuliahan kembali dimulai pada 24 Maret 2026.

"Astungkara, kami dapat mengisi seluruh kebutuhan SDM sehingga kegiatan di seluruh cabang tetap berjalan dengan baik," katanya.

Rediyasa mengungkapkan, OTC Bali yang berdiri pada 23 Mei 2014 kini telah berkembang menjadi lembaga pendidikan vokasi dengan delapan kampus yang tersebar di Bali, kecuali Kabupaten Bangli. Jumlah mahasiswa yang pada awal pendirian hanya puluhan orang kini telah meningkat menjadi ribuan.

Seiring pertumbuhan tersebut, yayasan mulai melakukan pembenahan tata kelola sejak awal 2026. Langkah yang ditempuh antara lain menunjuk konsultan hukum dan konsultan keuangan untuk memperkuat sistem kerja sama, meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan, serta memastikan seluruh mekanisme organisasi berjalan sesuai ketentuan.

"Hasil evaluasi menjadi bahan bagi kami untuk melakukan pembenahan agar tata kelola kampus semakin profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Rediyasa.

Menurut dia, pembenahan tata kelola merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk memperkuat kualitas pengelolaan institusi sekaligus menjaga kepercayaan mahasiswa dan masyarakat. Dengan sistem yang lebih profesional, OTC Bali diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi di Bali. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#OTC Bali #Rediyasa #pendiri