Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ni Ketut Nenik Suryanadi, Pilih Usaha Ternak Babi Modern Dibanding Kerja Keluar Negeri

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:57 WIB
Ni Ketut Nenik Suryanadi. (Resa Kertawedangga)
Ni Ketut Nenik Suryanadi. (Resa Kertawedangga)

BALIEXPRESS.ID - Bekerja di luar negeri ternyata tidak selalu memberikan kenyamanan bagi warga Indonesia.

Seorang perempuan pun membuktikan dengan membuka usaha sendiri ternyata lebih menjanjikan daripada bekerja.

Adalah Ni Ketut Nenik Suryanadi yang kini memiliki usaha peternakan babi bersama suaminya Kadek Dwi Andika dengan nama Candi Kusuma Pinatih Farm, yang berlokasi di Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal.

Baca Juga: Desa Medahan Manfaatkan 1,5 Hektare Lahan untuk Tanam Bawang Merah

Peternakan ini awalnya dibuka dengan modal tiga ekor babi di tahun 2017.

Usaha ini pun terus dikembangkan yang hingga kini memiliki kapasitas kandang 255 ekor.

Nenik Suryanadi mengatakan, sebelum terjun ke dunia peternakan, dirinya sempat bekerja di Amerika Serikat selama dua tahun lebih dan empat tahun di perusahaan telekomunikasi.

Baca Juga: Geruduk DPRD Gianyar, Ratusan Nasabah LPD Bedulu Harapkan Advokasi dan Mediasi Pengembalian Tabungan

Pengalaman bekerja di luar negeri menjadi bekal untuk membangun peternakan dengan pola manajemen modern.

“Awalnya kami memelihara babi secara tradisional. Setelah belajar, kami beralih ke sistem modern karena hasilnya jauh lebih efektif untuk pertumbuhan ternak," ujar Nenik, Kamis (2/7).

Diawal memulai bisnis bersama suami, wanita 35 tahun ini pun hanya memiliki tiga ekor babi dengan konsep pemeliharaan tradisional.

Baca Juga: Pegawai di Pemkab Gianyar Kembali Menggunakan Pakaian Adat Setiap Kamis

Seiring berjalannya waktu usahanya dikembangkan, dan kini memiliki 55 ekor indukan dan 200 ekor babi dalam penggemukan.

Dalam menjalankan peternakan ini, Nenik Suryanadi telah mengadopsi cara ternak modern.

Kandangnya pun didesain dengan sistem kandang baterai, yang digunakan untuk penggemukan.

Kemudian ada juga kandang koloni untuk babi berusia muda.

“Hasilnya, babi siap panen mampu mencapai bobot ideal sekitar 120 kilogram,” ungkapnya.

Menariknya, kualitas daging menjadi nilai jual utama di peternakan yang dinamai Candi Kusuma Pinatih Farm itu.

Rahasianya terletak pada pakan yang diproduksi sendiri dengan formulasi berbeda untuk setiap fase pertumbuhan, mulai dari anak babi, indukan hingga penggemukan.

Tak hanya menjual babi hidup, Candi Kusuma Pinatih Farm juga melayani penjualan babi bersih dan menjadi pemasok utama bagi sejumlah pelaku usaha babi guling di Bali.

"Permintaan rutin datang dari kebutuhan upacara adat, piodalan, rumah makan hingga pelaku usaha kuliner," ucap wanita yang juga memiliki hobi motor trail.

Selain dijual di Bali, Nenik Suryanadi mengungkapkan, pihaknya pernah mengirim 40-50 ekor babi hidup maupun karkas dalam satu pengiriman ke Manado dan Medan.

Pembeli memilih Pinatih Farm lantaran kualitas dagingnya yang seimbang antara daging dan lemak.

Meski bisnisnya terus berkembang, dirinya mengakui usaha peternakan babi tidak selalu berjalan mulus.

Fluktuasi harga pakan yang sering melonjak, sementara harga jual babi tidak menentu, menjadi tantangan terbesar yang dihadapi peternak.

“Harga pakan naik, tetapi harga babi justru bisa turun. Sampai sekarang belum ada patokan harga yang jelas, sehingga peternak sering berada di posisi yang sulit,” paparnya.

Selain persoalan harga, dia juga berharap pemerintah memberi perhatian lebih terhadap peternak babi, terutama saat terjadi serangan African Swine Fever (ASF).

Menurutnya, banyak peternak kehilangan modal akibat wabah tersebut, namun dukungan berupa obat maupun penanganan masih sangat minim.

Nenik juga berharap pemerintah dapat membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor, sehingga peternak lokal tidak hanya mengandalkan pasar domestik.

"Harapan kami, peternak babi di Bali juga bisa naik kelas dan mampu bersaing hingga pasar internasional," imbuhnya (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Candi Kusuma Pinatih Farm #luar negeri #peternakan #babi #abiansemal