Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragis! Dua Bocah di Buleleng Tewas Tenggelam Saat Bermain di Tambak

I Made Mertawan • Minggu, 5 Juli 2026 | 08:35 WIB
Polsek Gerokgak melakukan olah TKP di dua bocah tenggelam di Desa Banyupoh, Buleleng. (Polsek Gerokgak)
Polsek Gerokgak melakukan olah TKP di dua bocah tenggelam di Desa Banyupoh, Buleleng. (Polsek Gerokgak)

BALIEXPRESS.ID – Suasana duka menyelimuti Banjar Dinas Kerta Kawat, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Dua bocah ditemukan meninggal dunia akibat diduga tenggelam di sebuah bak rotifera tambak benih ikan bandeng, Jumat (3/7/2026) siang.

Korban diketahui berinisial MFA,6, dan MDF,7. Keduanya diduga mengalami kecelakaan saat bermain di sekitar kawasan tambak sebelum akhirnya tercebur ke dalam bak rotifera, yakni tempat pembiakan organisme mikroskopis yang digunakan sebagai pakan benih ikan bandeng.

Baca Juga: Gandeng Berbagai Instansi, Kejati Bali Gelar Bazaar Pelayanan Publik 2026 Secara Terpadu di Pantai Kuta

Dilansir dari Radar Bali, sebelum kejadian kedua anak tersebut bermain sambil mencari ikan-ikan kecil di sekitar tambak.

Diduga tanpa disadari mereka terjatuh ke dalam bak rotifera hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Gerokgak I, namun keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Baca Juga: Hasil Paraguay vs Prancis: Penalti Mbappe Antar Les Bleus ke Delapan Besar Piala Dunia 2026

Menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Gerokgak langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mendokumentasikan seluruh rangkaian peristiwa.

Baca Juga: Jadwal PKB ke-48 Minggu 5 Juli 2026: Tabanan Pentaskan Legong Style Men Sana

Seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa kedua korban meninggal akibat tenggelam saat bermain di area tambak.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai penyebab kematian korban, keluarga memutuskan tidak mengajukan permintaan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan.

“Keluarga sudah menandatangani surat pernyataan. Pihak keluarga menganggap peristiwa ini sebagai musibah,” jelas Derawi. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#tambak #buleleng #tewas tenggelam