Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perbaiki 30 SD, Disdikpora Badung Optimis Rampung Desember 2026

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 5 Juli 2026 | 14:12 WIB
Kondisi SD Negeri 1 Kerobokan yang dalam masa perbaikan, belum lama ini. (Resa Kertawedangga/Bali Express)
Kondisi SD Negeri 1 Kerobokan yang dalam masa perbaikan, belum lama ini. (Resa Kertawedangga/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) kini memulai perbaiki 30 bangunan sekolah dasar (SD).

Dari seluruh bangunan yang diperbaiki beberapa diantaran dilakukan pembongkaran total.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya tampung siswa.

Baca Juga: Dari Kisah Nyata ke Buku, Klissy Myring Tuangkan Pahit Manis Cinta dalam Unfinished Love

Meski mendekati semester baru dalam sistem pembelajaran, perbaikan ini ditargetkan rampung Desember 2026.

Namun para siswa dipastikan tetap mendapatkan proses pembelajaran yang layak.

Kadisdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana mengatakan, sejumlah sekolah dengan jumlah siswa yang terus meningkat tidak lagi memungkinkan diperluas.

Baca Juga: Kepergok Saat Mengacak Rak Rokok, Pria Asal Blahbatuh Diamankan Warga dan Polisi di Tampaksiring

Untuk itu, bangunan lama dibongkar dan dibangun kembali menjadi gedung bertingkat.

"Beberapa sekolah memang kami bongkar total karena lahannya sudah tidak memungkinkan diperluas. Solusinya adalah membangun gedung bertingkat agar daya tampung siswa bisa lebih maksimal," ujar Dwipayana saat dikonfirmasi Minggu (5/7).

Pihaknya menyebutkan, salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah renovasi total SD Negeri 1 Kerobokan.

Baca Juga: Tragis! Dua Bocah di Buleleng Tewas Tenggelam Saat Bermain di Tambak

Sekolah tersebut akan dibangun menjadi gedung tiga lantai dengan total 14 ruang kelas untuk mengakomodasi tingginya jumlah peserta didik di wilayah tersebut.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara ke sekolah lain, di antaranya memanfaatkan ruang di SMP maupun sekolah dasar terdekat.

Untuk sementara waktu para siswa tersebut pun menjalani pembelajaran pada siang hari.

Meski demikian, Dwipayana menjelaskan, penerapan sistem belajar sementara tersebut telah memperoleh izin dari pemerintah pusat karena bersifat sementara selama proses pembangunan berlangsung.

"Target kami semua proyek selesai pada Desember 2026. Setelah itu seluruh siswa kembali belajar secara normal dengan sistem masuk pagi," ungkapnya.

Selain SD Negeri 1 Kerobokan, pola serupa juga diterapkan di SD Negeri 5 Kuta yang saat ini menjalani pembangunan total.

Sebelumnya, pembangunan dilakukan secara bertahap agar proses belajar tetap berjalan, namun kini seluruh bangunan dikerjakan dengan skema relokasi sementara siswa ke sekolah lain.

Lebih lanjut, dirinya pun optimistis seluruh proyek renovasi 30 sekolah dapat diselesaikan tepat waktu selama tidak ada kendala berarti di lapangan.

Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan sarana pendidikan yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi peserta didik serta menjawab kebutuhan ruang kelas akibat meningkatnya jumlah penduduk di Kabupaten Badung. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#siswa #Disdikpora #sd #badung #Perbaiki