SINGARAJA, BALI EXPRESS - Sebuah terobosan revolusioner di bidang bimbingan dan konseling pendidikan lahir dari Program Doktor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). I Wayan Indra Praekanata, yang sehari-hari adalah Guru Konseling di SMP Negeri 6 Denpasar, berhasil mempertahankan ujian disertasi tertutup dengan gemilang.
Promovendus yang akrab disapa Indra ini mengangkat judul disertasi "Pengaruh Layanan Konseling Mindfulness Cognitive Behavioral (M-CB) Berorientasi Tri Kaya Parisudha Berbantuan Virtual Reality terhadap Gangguan Emosi dan Konsentrasi Siswa SMP di Kota Denpasar, dengan menggunakan Electroencephalography (EEG) sebagai alat ukur objektif.
Pada Ujian tertutup, Ketua Sidang yang merupakan Direktur Pascasarjana Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd, mengungkapkan ketertarikannya yang mendalam terhadap penelitian ini. Menurutnya, penelitian ini tidak hanya inovatif secara digital, tetapi juga menyentuh akar budaya lokal Bali.
“Saya melihat pemaparan dan jawaban Saudara Indra sangat luar biasa. Penelitian ini wajib dipublikasikan secara luas karena menggabungkan teknologi Virtual Reality (VR), pendekatan mindfulness, kearifan lokal Tri Kaya Parisudha, serta pengukuran objektif gelombang otak melalui EEG. Ini adalah bentuk nyata digitalisasi layanan konseling,” ujar Prof. Jampel.
Penelitian ini melibatkan siswa SMP di Kota Denpasar yang mengalami gangguan emosi dan konsentrasi. Melalui simulasi VR yang dirancang khusus, siswa dibimbing untuk melatih kesadaran penuh (mindfulness) dengan pendekatan kognitif-perilaku yang berlandaskan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha (berpikir baik, berkata baik, berbuat baik). Hasilnya, terjadi perubahan signifikan pada aktivitas gelombang otak (alpha, beta, theta) yang terekam EEG, menunjukkan penurunan gangguan emosi dan peningkatan konsentrasi.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan Promotor, Prof. Dr. I Kadek Suranata, S.Pd., M.Pd., Kons., serta Co-Promotor 1, Prof. Dr. I Ketut Gading, M.Psi., dan Co-Promotor 2, Dr. Luh Putu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd. Kolaborasi keilmuan dari para promotor ini menghasilkan model konseling yang terukur, berbasis teknologi, sekaligus berakar pada kearifan lokal Bali.
"Sebagai guru konseling di lapangan, saya merasakan langsung bagaimana masalah emosi dan fokus belajar siswa semakin kompleks di era digital. Inovasi Layanan Konseling M-CB berbantuan VR ini menjawab tantangan tersebut. Konseling menjadi lebih immersive, menarik, dan efektif bagi generasi digital native," ujar Wayan Indra.
Pihak kampus berharap publikasi hasil riset ini dapat menjadi rujukan nasional bahkan internasional dalam pengembangan layanan konseling berbasis teknologi dan kearifan lokal. Penelitian ini juga membuktikan bahwa Undiksha terus berkomitmen melahirkan karya inovatif yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan, serta menunjukkan bahwa guru SMP Negeri 6 Denpasar mampu menghasilkan riset bertaraf doktoral yang sangat kompetitif. ***