Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mayat Misterius di Hutan Sanghyang Jatiluwih Teridentifikasi, Ini Fakta Terbarunya!

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 7 Juli 2026 | 08:29 WIB
Mayat tanpa identitas ditemukan dengan sebagian tubuh sudah menjadi rangka di kawasan hutan Gunung Sari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (28/6/2026). (Ist)
Mayat tanpa identitas ditemukan dengan sebagian tubuh sudah menjadi rangka di kawasan hutan Gunung Sari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (28/6/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Misteri penemuan sesosok mayat di kawasan Hutan Sanghyang, Banjar Dinas Gunung Sari Umakayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, akhirnya terungkap.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, Senin (6/7/2026) mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, diketahui korban merupakan seorang warga negara Afrika Selatan bernama Adriaan Campbell Louw.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan diketahui jika jenazah Mr.X diketahui bernama Adrian Campbell Louw pernah menginap di Guava Eco Living, Banjar Gunung Sri Uma Kayu, Desa Jatiluwih, pada 9 hingga 15 Juni 2026,” jelasnya.

Baca Juga: Residivis Curanmor di Buleleng Dibekuk Usai Beraksi di Empat Lokasi dalam Dua Hari

Bayu Pati menyebutkan, dari keterangan yang didapat pihak kepolisian dari pengelola penginapan, diketahui korban meninggalkan penginapan lebih awal pada 13 Juni 2026 dan tidak pernah kembali lagi ke sana.

Dari pemeriksaan yang dilakukan di kamar yang ditinggalkan, masih terdapat sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk sebuah iPhone dan MacBook yang memiliki Medical ID identik dengan data yang ditemukan pada ponsel di lokasi penemuan jenazah.

“Korban diketahui seorang fotografer, selain itu, dugaan korban adalah seorang WNA yang berasal dari Afrika Selatan karena staf penginapan juga mengenali tas yang ditemukan di TKP sebagai milik tamu tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga: Update Kematian Pak Man Colik di Klungkung: Polisi Temukan Sandal dan Celana Dalam

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP I Made Teddy Satria Permana mengatakan bahwa penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Penyidik berencana melakukan pemeriksaan toksikologi forensik serta terus berkoordinasi dengan Konsulat Afrika Selatan guna memastikan identitas dan melengkapi proses penyelidikan.

Baca Juga: Kayuh Sepeda 8.000 Km Lintasi Asia, Perempuan Iran Bawa Misi Perdamaian Singgah di Jembrana

"Hingga saat ini kami masih berkoordinasi dengan konsulat Afrika dan migrasi. Bahkan pihak keluarga korban belum ada menghubungi kami," jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sosok jenazah ditemukan pada Minggu (28/6/2026 sekitar pukul 07.30 Wita.

Saat itu seorang warga yang hendak menghaturkan upakara ke Pura Kak Resi mencium bau menyengat saat berada di kawasan hutan.

Penasaran, saksi mencari sumber bau dan dari jarak sekitar 15 meter menemukan sesosok tubuh manusia berada di dalam cekungan tanah dengan posisi bersimpuh dan sudah tidak bergerak.

Merasa ketakutan, saksi segera meninggalkan lokasi dan melaporkan temuannya kepada Kepala Wilayah Banjar Dinas Gunung Sari Umakayu, yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian yang selanjutnya melakukan evakuasi terhadap jenazah ke RS Prof. Ngoerah, Denpasar. (*)

 

 

 

Editor : I Made Mertawan
#penemuan mayat #Jatiluwih #tabanan