Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Deretan Kios Loka Crana Tutup sejak 2023, Ketua DPRD Bangli Desak Segera Dimanfaatkan

I Made Mertawan • Rabu, 8 Juli 2026 | 06:55 WIB
Sejumlah kios di Gedung Loka Crana, Bangli, dibiarkan tutup sejak 2023. (Ist)
Sejumlah kios di Gedung Loka Crana, Bangli, dibiarkan tutup sejak 2023. (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Deretan kios di Gedung Loka Crana, Bangli yang belum dimanfaatkan sejak 2023 dinilai perlu segera difungsikan.

DPRD Bangli mengingatkan agar aset milik pemerintah daerah tidak dibiarkan terbengkalai.

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, mengatakan organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengelola aset harus mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah.

Baca Juga: Pria di Kintamani Kurung Diri Bawa Sabit Sempat Live TikTok, Polisi Turun Tangan

Menurutnya, sejak pedagang direlokasi ke Pasar Kidul, dinas terkait semestinya sudah memiliki kejelasan mengenai fungsi bangunan tersebut.

"Pedagang itu dipindah, harus jelas tempatnya dipakai apa. Kalau rencana dipakai perkantoran ya perkantoran. Jangan ada aset yang tidak dimanfaatkan," ujar Suastika, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, aset yang dibiarkan kosong dalam waktu lama berisiko mengalami kerusakan.

Baca Juga: Beragam Alat Masakan Tradisional Bali, Warisan Dapur Leluhur yang Sarat Filosofi dan Pengetahuan Lokal

Oleh karena itu, bangunan yang telah ditinggalkan pedagang seharusnya segera difungsikan sesuai rencana pemerintah.

Ia menilai aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Selain berpotensi menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD), bangunan itu juga dapat difungsikan sebagai kantor pelayanan publik apabila memang dibutuhkan.

Baca Juga: Presiden hingga Kepala Daerah Digugat Terkait Banjir Bali, Koalisi Pulihkan Bali Tuntut Perbaikan Kebijakan

"Kalau bisa dimanfaatkan menghasilkan PAD, bagus. Kalau untuk kantor pelayanan publik, sangat bagus juga," katanya.

Politikus PDIP ini menambahkan, pihaknya akan mencermati persoalan tersebut dan tidak menutup kemungkinan membahasnya dalam rapat kerja bersama pemerintah daerah agar ada kepastian mengenai pemanfaatan aset tersebut. "Nanti bisa saja saya rapat kerjakan di dewan," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kios di sisi selatan Gedung Loka Crana telah kosong sejak para pedagang direlokasi ke Pasar Kidul pada 2023.

Rencana awal, gedung itu dijadikan perkantoran. Sejumlah OPD sudah pindah ke sana, namun hingga kini bangunan kios di sisi selatan belum dimanfaatkan, belum ada kepastian terkait rencana penggunaannya. (*)

Editor : I Made Mertawan
#kios loka crana #bangli #dprd bangli