Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bupati Kembang Dampingi Wagub Giri Prasta Ngupasaksi Karya Agung Mupuk Pedagingan lan Ngenteg Linggih Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pangyangan

Gede Riantory Warmadewa • Rabu, 8 Juli 2026 | 16:52 WIB
Wagub Giri Prasta bersama Bupati Kembang Hartawan saat hadir Ngupasaksi Karya Agung Mupuk Pedagingan lan Ngenteg Linggih Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pangyangan, Selasa (7/7/2026). (ist)
Wagub Giri Prasta bersama Bupati Kembang Hartawan saat hadir Ngupasaksi Karya Agung Mupuk Pedagingan lan Ngenteg Linggih Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pangyangan, Selasa (7/7/2026). (ist)

BALIEXPRESS.ID-Semangat gotong royong yang ditunjukkan krama Desa Adat Pangyangan, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, dalam menyelenggarakan Karya Memungkah, Mupuk Pedagingan, Mepedudusan Alit, Wraspati Kalpa Utama, lan Ngusaba Desa di Pura Desa lan Puseh mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta

Kehadiran orang nomor dua di Bali tersebut menjadi wujud dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap upaya pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya yang terus dijaga masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Wagub Giri Prasta hadir didampingi Anggota DPD RI I Komang Merta Jiwa dan disambut Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Ny. drg. Ani Setiawarini, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi beserta anggota DPRD, camat, perbekel, bendesa adat, serta seluruh krama Desa Adat Pangyangan, Selasa (7/7).

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengaku terkesan melihat kekompakan masyarakat yang bahu-membahu menyukseskan rangkaian karya. Menurutnya, nilai gotong royong merupakan kekuatan utama masyarakat Bali dalam menjaga harmoni kehidupan.

Baca Juga: FGD Bersama Komisi II DPR RI, Wamen Ossy: RUU Administrasi Pertanahan untuk Wujudkan Sistem Pertanahan yang Lebih Baik

“Terbukti, titiang baru masuk, melihat parahyangannya niki becik pisan, upakara/upacaranya memargi, bagus dan luar biasa Karya Ngenteg Linggih ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan pura tidak hanya sebagai tempat persembahyangan, tetapi juga menjadi simbol jati diri masyarakat Bali yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Pura bukan hanya tempat persembahyangan, tetapi juga simbol jati diri dan warisan leluhur yang harus kita rawat bersama untuk anak cucu kita di masa depan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya, Giri Prasta menyerahkan dana punia sebesar Rp25 juta yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Pangyangan, I Ketut Rena.

Sementara itu, I Ketut Rena yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Karya mengungkapkan pembangunan Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pangyangan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyebut saat awal pembangunan, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang ketika itu belum menjabat sebagai bupati telah memfasilitasi pengajuan proposal bantuan kepada Giri Prasta saat masih menjabat sebagai Bupati Badung.

“Astungkara dengan bantuan BKK Badung saat itu, Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pangyangan kini sudah berdiri dan saat ini sedang berlangsung upacara Ngenteg Linggih. Sekali lagi, atas nama krama Desa Pangyangan kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur Bali dan Bupati Jembrana beserta seluruh jajaran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan rangkaian Karya Agung Mupuk Pedagingan lan Ngenteg Linggih telah dimulai sejak 5 Juni 2026 dan dijadwalkan berakhir dengan upacara penyineban pada 15 Juli 2026.

“Kurang lebih yadnya berlangsung selama satu setengah bulan. Astungkara seluruh rangkaian dapat berjalan dengan lancar, labda karya, dan ngemolihin kerahayuan untuk seluruh krama Desa Adat Pangyangan,” pungkasnya. (tor)

Editor : I Putu Mardika
#Karya Memungkah #kembang hartawan #jembrana #I Nyoman Giri Prasta