BALIEXPRESS.ID – Aktivitas petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Bangli kini tidak lagi didominasi penanganan kebakaran.
Sebaliknya, mereka lebih sering menerima laporan evakuasi satwa liar dan serangga berbahaya, seperti ular, sarang tawon, hingga tokek.
Ironisnya, tingginya frekuensi evakuasi tersebut belum didukung sarana yang memadai.
Hingga kini, Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli belum memiliki kendaraan operasional khusus untuk menunjang kegiatan penyelamatan itu.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Bangli, Cokorda Lanang Mahendra, mengatakan permintaan evakuasi dari masyarakat hampir datang setiap hari.
Bahkan, dalam sehari petugas bisa menangani dua laporan. "Yang paling sering itu penanganan sarang tawon dan evakuasi ular. Sesekali juga tokek," ujar Lanang Mahendra, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: BRI Genjot Bunga Mulai 1,75 Persen Jadi Andalan BRI x REI Expo 2026
Selama ini, petugas mengandalkan mobil damkar atau meminjam kendaraan operasional BPBD untuk menuju lokasi.
Menurutnya, penggunaan mobil damkar kurang efektif karena banyak lokasi evakuasi berada di jalan sempit yang tidak dapat dilalui kendaraan berukuran besar.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Hadiri Groundbreaking PSEL Denpasar Raya, Target Beroperasi Akhir 2027
Akibatnya, petugas kerap harus berjalan kaki sambil membawa perlengkapan evakuasi, mulai dari alat pelindung diri (APD) hingga peralatan penyelamatan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Bidang Damkar berencana mengusulkan pengadaan kendaraan operasional jenis single cabin yang lebih lincah menjangkau lokasi evakuasi dan dapat mempercepat penanganan laporan masyarakat, namun usulan tersebut masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. (*)
Editor : I Made Mertawan