Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SDN 5 Pohsanten Hanya Dapat Dua Murid Baru, Masuk Evaluasi Disdikpora Jembrana

Gede Riantory Warmadewa • Selasa, 14 Juli 2026 | 06:22 WIB
Suasana SDN 5 Pohsanten saat hari pertama MPLS Ramah tahun ajaran 2026/2027. (I Gde Riantory Warmadewa/Bali Express)
Suasana SDN 5 Pohsanten saat hari pertama MPLS Ramah tahun ajaran 2026/2027. (I Gde Riantory Warmadewa/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SDN 5 Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, berlangsung berbeda dari sekolah lainnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut hanya menerima dua siswa baru yang baru mendaftarkan diri pada hari pertama pelaksanaan MPLS, Senin (13/7/2026).

Dua siswa yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki itu menjadi satu-satunya peserta didik baru di sekolah yang berlokasi di Banjar Pasatan, Desa Pohsanten tersebut.

Baca Juga: Nguliang Tegak di Bebetin Simbol Penghormatan jasa Pemimpin Adat, Dilakukan setelah Pitra Yadnya  

Sebelum hari pertama MPLS, bahkan belum ada satu pun calon siswa yang tercatat mendaftar.

Salah seorang guru SDN 5 Pohsanten, Gusti Agung Alit Ariastika, mengatakan pihak sekolah telah berupaya maksimal menyosialisasikan penerimaan peserta didik baru kepada masyarakat sekitar.

Minimnya jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut membuat pendaftar sangat sedikit.

Baca Juga: Melalui Pemberdayaan BRI, Suhita Lebah Indonesia Berhasil Mengembangkan Usaha Madu Berkelanjutan Berbasis Komunitas

“Data awal memang belum ada siswa yang mendaftar. Namun sampai pagi tadi ada dua siswa laki-laki yang datang mengikuti MPLS sekaligus melengkapi persyaratan pendaftaran,” ujarnya.

Menurut Alit, pihak sekolah bersama para guru juga aktif menginformasikan pembukaan pendaftaran kepada warga.

Baca Juga: Bunda PAUD Gianyar, Kawal Hari Pertama Sekolah

Bahkan dirinya turut menyampaikan informasi tersebut sebagai warga yang tinggal di sekitar sekolah.

“Kami sudah menyampaikan informasi kepada masyarakat agar mendaftarkan anaknya. Tadi pagi datang lagi satu siswa membawa formulir, sehingga total menjadi dua siswa baru, semuanya laki-laki,” katanya.

Saat ini, total siswa SDN 5 Pohsanten hanya berjumlah 49 orang. Rinciannya, kelas I sebanyak dua siswa, kelas II delapan siswa, kelas III empat siswa, kelas IV 10 siswa, kelas V 12 siswa, dan kelas VI 13 siswa.

Jumlah tersebut menjadi yang terendah dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada tahun ajaran sebelumnya sekolah masih menerima delapan siswa baru.

“Tahun ini menjadi jumlah penerimaan paling sedikit. Tahun lalu masih ada delapan siswa yang mendaftar,” ungkap guru kelas V tersebut.

Alit menjelaskan, rendahnya jumlah peserta didik dipengaruhi kondisi demografi wilayah Banjar Pasatan yang semakin sepi.

Banyak warga memilih merantau ke luar daerah sehingga jumlah keluarga yang memiliki anak usia sekolah terus berkurang.

“Wilayahnya memang cukup luas, tetapi penduduknya sudah sedikit karena banyak yang merantau. Sekarang keluarga yang memiliki anak juga tidak sebanyak dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, I Nyoman Koriawan, mengungkapkan fenomena minimnya penerimaan siswa tidak hanya terjadi di SDN 5 Pohsanten.

Berdasarkan data Disdikpora, terdapat 21 sekolah dasar di Jembrana yang tahun ini menerima siswa baru kurang dari 10 orang. Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Mendoyo.

Bahkan, terdapat satu sekolah dasar yang sama sekali tidak memperoleh siswa baru. “Tahun ini ada satu sekolah yang tidak menerima siswa,” kata Koriawan.

Meski demikian, secara umum pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tingkat sekolah dasar di Jembrana berjalan lancar.

Ia menegaskan sekolah-sekolah yang mengalami penurunan jumlah siswa akan terlebih dahulu dievaluasi sebelum pemerintah mengambil langkah lebih lanjut.

“Khusus SDN 5 Pohsanten akan kami evaluasi terlebih dahulu. Apabila memenuhi syarat untuk dilakukan regrouping, misalnya selama tiga tahun berturut-turut jumlah siswanya terus menurun dan diperkirakan tidak ada lagi siswa baru ke depan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan,” tandasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#SDN 5 Pohsanten #sekolah minim murid #jembrana