BALIEXPRESS.ID- Dampak musim kemarau mulai dirasakan oleh petani di Kabupaten Tabanan.
Sebanyak 14 subak di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Tabanan mulai beralih komoditi tanam dari padi ke palawija.
Peralihan ini disebabkan dampak dari musim kemarau membuat pasokan air di irigasi mengalami penyusutan yang signifikan.
Baca Juga: KMP Bintang Balikpapan Hendak Sandar di Gilimanuk, Sopir Bus Ditemukan Meninggal
Selain itu, peralihan jenis tanaman ini dilakukan para pemilik lahan untuk menjaga produktivitas pertanian.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, I Nyoman Pradnyana, menyebutkan peralihan ini memang sudah dilakukan oleh para petani ketika memasuki musim kemarau karena menyesuaikan dengan kondisi cuaca.
“Saat ini para petani sudah memasuki tahap masa tanam untuk jenis tanaman yang lebih tahan kering. Sehingga petani mulai melakukan peralihan komoditi dari sebelumnya tanaman padi menjadi palawija,” jelasnya Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Tragedi di Buleleng, Balita 13 Bulan Ditemukan Tenggelam di Saluran Irigasi
Disebutkan Pradnyana, sampai saat ini pihaknya mencatat ada beberapa subak di Kabupaten Tabanan yang mulai melakukan peralihan pola tanam, subak tersebut tersebar di Kecamatan Selemadeg Timur, meliputi daerah Beraban, Tangguntiti, hingga Megati.
Untuk luasan lahan yang terdampak oleh minimnya debit air mencapai 14 subak dengan total luas lahan yang sudah melakukan peralihan jenis komoditi mencapai sekitar 12,43 hektare di seluruh Kabupaten Tabanan.
Baca Juga: SDN 1 Sukawana Hanya Dapat 6 Siswa Baru, Kekurangan Guru Pengaruhi Kepercayaan Orang Tua
Selain melakukan pemantauan terhadap aktivitas peralihan penanaman jenis komoditi ini, Distan Tabanan dikatakan Pradnyana sebelumnya juga sudah melakukan upaya antisipasi terhadap musim kemarau. Salah satunya adalah dengan menyalurkan bantuan bibit.
“Penyaluran ini kami lakukan dalam jumlah besar kepada kelompok subak sepanjang tahun 2026. Total bantuan mencapai lebih dari 25 ton, yang terdiri dari 23 ton benih padi hibrida serta 2.325 kilogram bibit jagung,” ungkapnya.
Bantuan bibit jagung tersebut telah didistribusikan ke beberapa suppab, seperti Subak Serampingan sebanyak 450 kilogram dan Subak Gede Mambang sebanyak 1.275 kilogram, Subak Penyalin di Kecamatan Kerambitan sebanyak 600 kilogram untuk mencakup lahan seluas 40 hektare.
Untuk memastikan transisi ini berjalan lancar, Distan Tabanan menyiagakan petugas untuk memberikan pendampingan langsung kepada kelompok tani. Upaya ini dilakukan agar hasil panen palawija nantinya tetap mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap petani agar peralihan ke palawija dapat berjalan optimal serta tetap memberikan hasil yang baik bagi petani,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan