Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

100 Pemangku di Gianyar Ikuti Penataran Kepemangkuan

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 15 Juli 2026 | 16:28 WIB
PENATARAN : Penataran pemangku  di Kabupaten Gianyar.
PENATARAN : Penataran pemangku  di Kabupaten Gianyar.

BALIEXPRESS.ID  – Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Gianyar menggelar Penataran Pemangku Tahun 2026 yang diikuti 100 pemangku dari seluruh Kabupaten Gianyar. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemangku sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan umat Hindu.

Penataran dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, di Kori Maharani Villas, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Pantai Siyut, Gianyar, Rabu (15/7). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemangku memiliki peran strategis dalam menjaga kesucian pelaksanaan yadnya sekaligus membimbing kehidupan spiritual masyarakat.

Menurut I Ketut Pasek Lanang Sadia, perubahan sosial yang terus berkembang menuntut para pemangku untuk tidak hanya memahami tata cara upacara keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan yang luas, sikap bijaksana, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Karena itu, penataran menjadi sarana penting untuk memperkuat kompetensi dan pemahaman kepemangkuan.

"Melalui kegiatan ini kami berharap para pemangku semakin memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya sehingga mampu memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas serta menjaga keharmonisan kehidupan umat," ujarnya.

Baca Juga: Dari Jualan Online hingga Tembus Pasar Nasional, Ini Perjalanan Sukses Biru Tsabita Usaha Tas dan Dompet Wanita Bersama BRI

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar yang diwakili Kepala Seksi Urusan Agama Hindu, Ida Bagus Rai Supada. Hadir pula unsur Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, Majelis Desa Adat (MDA), serta PHDI Kabupaten Gianyar sebagai bentuk sinergi dalam pembinaan umat Hindu dan pelestarian nilai-nilai adat, budaya, serta agama di Kabupaten Gianyar.

Sebanyak 100 pemangku mengikuti berbagai materi yang berkaitan dengan kepemangkuan, etika pelayanan, serta penguatan pemahaman ajaran Hindu. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembekalan dari para narasumber yang kompeten sekaligus berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada umat.

I Ketut Pasek Lanang Sadia berharap ilmu yang diperoleh selama penataran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk menjadi bekal bagi para pemangku untuk memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan tradisi yang telah diwariskan.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
penataran pemkab gianyar phdi pemangku