BALIEXPRESS.ID - Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (15/7).
Program tersebut menjadi upaya Pemerintah Provinsi Bali memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan desa sebagai bagian dari implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan 39 perguruan tinggi di Bali dengan total 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing lapangan yang akan diterjunkan ke desa-desa di seluruh Bali.
Saat membuka kegiatan, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, serta seluruh pimpinan perguruan tinggi yang telah berkolaborasi mewujudkan program tersebut.
Baca Juga: Evaluasi Semester II, Sekjen ATR/BPN Targetkan Capaian Kinerja 98% untuk Tahun 2026
Menurutnya, pengabdian masyarakat ini merupakan langkah nyata untuk mengakselerasi pembangunan berbasis desa.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata saja, melainkan tumbuh subur dari akar rumputnya yaitu dari desa,” tegas Gubernur Koster.
Ia menjelaskan, Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia, baik secara niskala maupun sakala.
Untuk mencapai tujuan tersebut, menurutnya diperlukan kolaborasi lintas sektor.
“Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa melalui kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media,” ujarnya.
Koster menilai desa memiliki posisi sentral dalam pembangunan Bali karena menjadi tempat tumbuh dan terpeliharanya kebudayaan, lingkungan, serta sumber daya manusia.
Melalui Program Desa Kerthi Bali Sejahtera, nilai-nilai Sad Kerthi diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, ribuan mahasiswa yang terlibat merupakan potensi besar untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di desa apabila diarahkan secara tepat.
Baca Juga: Tak Berkutik, Residivis Congkel Sadel Beraksi di Empat Pantai Dibekuk Polsek Blahbatuh
Kepada para peserta, Gubernur Koster berpesan agar menjadikan kegiatan pengabdian sebagai ruang belajar sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.
Mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai pembelajar yang rendah hati, penyelesai masalah, inovator, dan calon pemimpin masa depan yang memiliki kepedulian sosial.
“Titiang berharap semua mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata, bukan sekadar laporan kegiatan,” pesannya.
Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Bali.
Di antaranya pengelolaan sampah berbasis sumber, Gerakan Bali Bersih Sampah, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, pelindungan danau, mata air, sungai dan laut, penguatan pertanian organik, peningkatan penggunaan produk lokal Bali, pengembangan UMKM dan ekonomi desa, pelestarian adat, seni, budaya, bahasa, aksara, serta kain tenun Bali, hingga Program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Gubernur berharap mahasiswa bersama dosen pembimbing dapat menjadi mitra strategis pemerintah desa, desa adat, dan masyarakat dalam mempercepat pelaksanaan berbagai program tersebut.
“Titiang percaya, apabila gerakan ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, maka kita akan mampu mewujudkan desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, lingkungan yang lestari, ekonomi yang berdikari, dan kebudayaan Bali yang semakin kokoh,” tutup Gubernur Koster.
Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. I Ketut Adnyana, menyatakan dukungannya terhadap program yang digagas Pemerintah Provinsi Bali tersebut.
Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan kebijakan Kemendiktisaintek dalam mendorong program pengabdian masyarakat yang berdampak langsung bagi pembangunan.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat kementeriannya akan meluncurkan program Mahasiswa Berdampak yang berorientasi pada transformasi sosial melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Selain itu, Prof. Adnyana mengatakan pemerintah pusat juga memberikan perhatian terhadap isu pengelolaan sampah.
Karena itu, Kemendiktisaintek siap mengoptimalkan berbagai program yang dimiliki untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali, termasuk pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Kami mendukung penuh program Bapak Gubernur karena program ini sejalan dengan program yang ada di direktorat kami. Pemerintah pusat juga sangat peduli terhadap persoalan sampah. Kami siap memanfaatkan seluruh program yang kami miliki untuk mendukung berbagai program pembangunan di Bali,” ujar Prof. I Ketut Adnyana.(***)
Editor : Rika Riyanti