BALI EXPRESS.ID- Halaman sejumlah kantor pemerintah di Kabupaten Bangli masih dihiasi kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat, yang sudah lama tidak digunakan.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota DPRD Bangli, I Wayan Sutama.
Menurut Sutama, aset daerah yang sudah tidak dimanfaatkan seharusnya segera ditangani.
Kendaraan yang masih layak sebaiknya diperbaiki dan digunakan kembali, sedangkan yang sudah tidak memungkinkan dioperasikan lebih baik dilelang agar tidak terus terbengkalai.
"Kalau memang tidak terpakai lebih baik dilelang. Daripada barang yang sudah tidak terpakai membusuk dan ditumbuhi rumput seperti di eks Kantor Disparbud," ujar Sutama, Jumat (24/7/2026).
Politikus Partai Golkar ini menilai, membiarkan kendaraan dinas mangkrak hanya akan memperparah kerusakan.
Baca Juga: Sebanyak 5 Petani Bakbakan Tolak Konsinyasi Pengadaan Tanah GOR
Selain kondisi fisiknya semakin menurun, nilai ekonomis kendaraan juga terus menyusut seiring berjalannya waktu.
"Kalau memang sudah tidak dipakai dan umurnya sudah lama, lebih baik dilelang, ketimbang barang itu membusuk diam, ditumbuhi rumput kan lebih rugi," katanya.
Politikus asal Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani ini mendorong pemerintah daerah segera melakukan pendataan terhadap kendaraan dinas yang sudah tidak digunakan.
Kendaraan yang masih layak diperbaiki agar dapat kembali dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau masih diperbaiki untuk dipakai ya diperbaiki. Kalau tidak memungkinkan ya dilelang," tegasnya lagi.
Ia juga menilai kendaraan yang mengalami kerusakan ringan dapat dipertimbangkan untuk dihibahkan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku, namun pelelangan tetap menjadi opsi yang lebih tepat untuk memberikan tambahan pendapatan bagi daerah.
Berdasarkan pantauan, kendaraan dinas yang sudah lama tidak digunakan masih terlihat di sejumlah lokasi.
Di kompleks Kantor Bupati Bangli, satu unit mobil perpustakaan tampak terparkir di sisi barat Pos Satpol PP dengan kondisi mulai berkarat.
Kondisi serupa juga terlihat di eks Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli. Dua mobil dan satu sepeda motor dinas dibiarkan terparkir di tengah semak belukar tanpa perawatan.
Sementara itu, di halaman Kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, puluhan sepeda motor dinas tampak terparkir berjajar dalam kondisi rusak.
Sejumlah mobil berkarat juga teronggok di utara gedung tersebut, namun aset itu tidak tercatat di PKP. (*)
Editor : I Made Mertawan