Ida Ayu Rusmarini, Penggerak Pendidikan Berbasis Alam di Desa Singakerta, Ubud

Putu Agus Adegrantika • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 11:38 WIB
PENDIRI : Pendiri TK Lingkungan Puri Damai, Banjar Tunon, Singakerta, Ubud, Ida Ayu Rusmarini. 
PENDIRI : Pendiri TK Lingkungan Puri Damai, Banjar Tunon, Singakerta, Ubud, Ida Ayu Rusmarini. 
 
BALIEXPRESS. ID– Dedikasi panjang Ir. Ida Ayu Rusmarini, MP dalam dunia pendidikan melahirkan sebuah ruang belajar yang berbeda di Banjar Tunon, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud. Melalui Yayasan Puri Damai yang didirikannya sejak tahun 2010, perempuan kelahiran Denpasar, 9 November 1960 ini konsisten mengembangkan pendidikan yang berpihak pada lingkungan, karakter, dan akses belajar bagi masyarakat.
 
Di bawah kepemimpinannya, TK Lingkungan Puri Damai tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang mengedepankan konsep sekolah alam. Saat ini, sebanyak 71 siswa menempuh pendidikan di sekolah tersebut dengan metode pembelajaran yang memanfaatkan alam sebagai ruang belajar utama.
 
Bagi Rusmarini, pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya dilakukan di dalam kelas. Anak-anak perlu diperkenalkan langsung dengan lingkungan sekitar agar memahami kehidupan secara nyata sejak usia dini. Karena itu, para siswa diajak berinteraksi langsung dengan alam melalui berbagai kegiatan edukatif.
 
Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah pembelajaran pengenalan dengan alam sekitar. Anak-anak diperkenalkan pada proses menanam padi mulai dari menyiapkan lahan hingga menanam bibit. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga memahami proses panjang yang menghasilkan makanan yang mereka konsumsi setiap hari.
 
Lokasinya pun berdampingan dengan tempat atau kelas pembelajaran dilakukan sehari-hari. “Anak-anak akan belajar menanam bibit padi secara langsung. Mereka juga diajak mengenal berbagai tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitar sehingga proses belajar menjadi lebih nyata dan menyenangkan,” ujar Rusmarini, Minggu (26/7). 
 
Baca Juga: Semangat dan Dedikasi Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan bagi Masyarakat Pegunungan Toraja Utara
 
Selain mengenal tanaman, siswa juga diajak mengamati berbagai hewan dan ekosistem yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Metode ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta lingkungan, kepedulian terhadap alam, serta membangun karakter anak yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
 
Komitmen Rusmarini terhadap dunia pendidikan tidak berhenti pada jenjang PAUD dan TK. Melalui Puri Damai, ia juga membuka akses pendidikan lanjutan bagi masyarakat yang belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi karena keterbatasan ekonomi.
 
Puri Damai kini menyelenggarakan program pendidikan Paket D yang setara dengan pendidikan universitas. Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa sebagai salah satu persyaratan administrasi.
 
Rusmarini menjelaskan, masa pendidikan dalam program tersebut dapat ditempuh sekitar empat tahun. Untuk mendukung proses belajar, Puri Damai menghadirkan tujuh dosen yang mengajar melalui kombinasi sistem daring dan luring sehingga peserta didik dapat belajar secara fleksibel.
"Metode pembelajaran yang diterapkan juga berbeda dengan pola konvensional. Mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi permasalahan, melakukan kajian, merangkum materi, serta mencari solusi secara mandiri," tegasnya.
 
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk lulusan yang kritis dan siap menghadapi tantangan di masyarakat.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Rusmarini mengungkapkan bahwa pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), terdapat empat mahasiswa yang dijadwalkan menyelesaikan studi dan lulus pada Juli tahun ini.
 
Melalui Puri Damai, Ida Ayu Rusmarini tidak hanya membangun sekolah, tetapi juga menghadirkan jembatan pendidikan bagi berbagai lapisan masyarakat. Dengan menggabungkan pendidikan berbasis alam dan perluasan akses pendidikan tinggi, ia terus berupaya mencetak generasi yang cerdas, peduli lingkungan, serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.*
Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika
puri damai sekolah alam singakerta ubud