BALIEXPRESS. ID- Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Peradah DKI Jakarta menegaskan bahwa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) harus mampu tampil sebagai motor penggerak umat Hindu di seluruh Indonesia. Di tengah berbagai tantangan kehidupan beragama dan kebangsaan yang semakin kompleks, PHDI dinilai perlu memperkuat perannya tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai pusat konsolidasi dan pemberdayaan umat.
Ketua DPP Peradah DKI Jakarta, I Gede Sulastrawan, mengatakan kepemimpinan PHDI pada periode mendatang memiliki peran strategis dalam menentukan arah gerak organisasi. Menurutnya, PHDI tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif dan seremonial, melainkan harus hadir sebagai wadah penguatan nilai-nilai dharma, pengembangan sumber daya manusia Hindu, serta menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan, kebhinekaan, dan pembangunan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Sulastrawan sebagai respons atas hasil survei yang dilakukan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradah Indonesia terkait pemetaan figur-figur yang dinilai berpotensi memimpin PHDI Pusat pada periode mendatang. Survei tersebut bertujuan menangkap aspirasi umat Hindu mengenai sosok pemimpin yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi keagamaan tertinggi umat Hindu di Indonesia.
Baca Juga: Aniaya Warga di Bali dan Overstay 3 Tahun, WN Italia Terancam Ditangkal Masuk Indonesia
Survei yang melibatkan 1.200 responden dari berbagai daerah di Indonesia itu menghadirkan sejumlah nama tokoh nasional dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, profesional, tokoh sipil, hingga aparatur negara. Keragaman figur yang muncul dinilai mencerminkan tingginya harapan umat terhadap hadirnya pemimpin yang mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus membawa semangat pembaruan.
“Survei ini bukan sekadar angka. Ini adalah cerminan kerinduan umat Hindu akan hadirnya pemimpin yang tidak hanya cakap dalam mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, serta kemampuan merangkul seluruh elemen umat. Momentum Mahasabha harus menjadi ruang untuk melahirkan pemimpin yang visioner, inklusif, dan memiliki arah gerak yang jelas bagi kemajuan umat Hindu di Indonesia,” ujar Sulastrawan.
Ia menegaskan, PHDI ke depan harus mampu menjawab kebutuhan umat yang terus berkembang. Organisasi tersebut diharapkan menjadi pusat penguatan nilai-nilai Hindu sekaligus menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen umat untuk menghadapi tantangan zaman.
Dalam pandangannya, terdapat sedikitnya lima kriteria utama yang harus dimiliki calon Ketua Umum PHDI Pusat. Pertama, memiliki integritas, rekam jejak, dan komitmen pengabdian yang kuat terhadap umat Hindu. Kedua, memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai, baik dari sisi spiritualitas, kepemimpinan, maupun keilmuan.
Ketiga, memiliki empati dan kemampuan komunikasi yang baik sehingga mampu menyatukan berbagai elemen umat Hindu. Keempat, inovatif dan adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Hindu. Kelima, mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian sehingga layak menjadi panutan bagi umat Hindu di seluruh Indonesia.
Menurut Sulastrawan, tantangan yang akan dihadapi PHDI ke depan tidak ringan. Organisasi ini harus mampu menjawab persoalan pembinaan generasi muda Hindu, memperkuat moderasi beragama, melakukan transformasi digital organisasi, serta meningkatkan peran umat Hindu dalam pembangunan nasional.
Karena itu, ia menilai dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki visi jelas, kemampuan membangun kolaborasi, serta mampu menggerakkan seluruh potensi umat untuk menjawab tantangan tersebut secara bersama-sama.
Melalui hasil survei yang dirilis, Peradah DKI Jakarta juga mengajak seluruh umat Hindu untuk mengawal pelaksanaan Mahasabha PHDI Pusat agar berlangsung damai, demokratis, objektif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dharma. Perbedaan pilihan diharapkan menjadi dinamika yang sehat dengan mengedepankan adu gagasan, rekam jejak, serta kapasitas kepemimpinan.
“Harapan kami, Mahasabha PHDI Pusat dapat melahirkan pemimpin yang mampu memperkuat persatuan umat, meningkatkan kepercayaan publik terhadap organisasi, serta menjadikan PHDI sebagai motor penggerak umat Hindu yang semakin berdaya, maju, dan memberi kontribusi nyata bagi Indonesia,” tutup Sulastrawan.*
Sumber : adegrantika