BALIEXPRESS.ID – Enam hari dilaporkan hilang, wanita lanjut usia (lansia) Ni Nyoman Ngenu, warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli, belum juga ditemukan.
Tim SAR sempat diterjunkan untuk membantu pencarian pada Sabtu (25/7/2026), namun hasilnya nihil.
Pos Pencarian dan Pertolongan Bali menerjunkan Tim SAR Pos Karangasem pada hari itu.
Penyisiran dimulai pukul 15.30 Wita hingga 17.45 Wita di area yang dicurigai sebagai lokasi korban terjatuh. Tim SAR gabungan menyusuri jurang.
"Berdasarkan hasil koordinasi, pencarian dihentikan sesuai permintaan keluarga target," terang Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Bhayangkara.
Keputusan tersebut diambil karena pihak keluarga akan mengikuti rangkaian upacara keagamaan di desa setempat.
Sebelum Tim SAR dilibatkan, pencarian telah lebih dulu dilakukan oleh keluarga dan warga.
Meski operasi pencarian dihentikan sementara, Tim SAR gabungan menyatakan siap memberikan bantuan evakuasi apabila korban ditemukan dan masyarakat membutuhkan dukungan dalam proses evakuasi.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tembuku AKP I Putu Dadi membenarkan korban hingga kini belum ditemukan.
Pencarian wanita 70 tahun itu dihentikan sementara karena masyarakat masih disibukkan dengan pelaksanaan upacara adat.
Menurut Dadi, upaya pencarian pada Sabtu menyisir jalur-jalur yang diperkirakan dilalui korban, termasuk aliran sungai.
"Hari ini (Minggu) tidak ada pencarian karena warga setempat masih ada kegiatan upacara," jelas Dadi, Minggu (26/7/2026).
Seperti diberitakan sebelumnya, Negenu tidak kunjung pulang sejak Selasa (21/7/2026) dini hari.
Keluarga kemudian berupaya mencari keberadaannya, termasuk meminta petunjuk dari lima paranormal.
Berbagai petunjuk yang diperoleh telah ditindaklanjuti, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
Kepala Dusun Tampuagan, Nyoman Kartika, mengatakan pencarian terus dilakukan sejak korban dinyatakan hilang.
Warga Banjar Tampuagan dilibatkan dalam penyisiran hingga radius sekitar empat kilometer dari rumah korban, bahkan menjangkau Desa Yangapi. Warga juga menyusuri aliran sungai yang dicurigai serta membawa gong, sesuai kepercayaan masyarakat Bali dalam upaya mencari orang hilang.
Korban sempat terekam kamera CCTV melintas di depan Kantor Desa Peninjoan dengan berjalan ke arah utara.
Meski jalur tersebut telah ditelusuri, keberadaan korban hingga kini belum diketahui.
Menurut Kartika, kejadian serupa bukan kali pertama dialami korban. Sebelumnya, Ngenu beberapa kali tidak pulang ke rumah karena diduga mengalami kepikunan.
Pada kejadian-kejadian sebelumnya, selalu ada warga yang mengantarkannya pulang. (*)
Editor : I Made Mertawan