BALIEXPRESS.ID – Komunitas kreatif Warung Jujur berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara III pada Festival Film Pendek Bali Jani yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali.
Prestasi tersebut diraih melalui film pendek berjudul SUKMA, karya yang dipimpin oleh Ketut Warta atau akrab disapa Tut Warta bersama Gede Agus Sumardita (De Ciply).
Ketut Warta yang juga bertindak sebagai penulis naskah menjelaskan bahwa film SUKMA mengangkat kisah tentang kasih sayang yang tidak selalu berbalas.
Menurutnya, judul SUKMA dipilih karena bersifat universal dan dapat digunakan sebagai nama laki-laki maupun perempuan sehingga mampu memberikan kejutan bagi penonton.
"Saya mengambil judul SUKMA karena nama ini bisa dipakai untuk perempuan maupun laki-laki. Nama itu juga bisa mengecoh penonton seolah-olah kami salah menulis judul. Awalnya kami juga belum mengetahui kalau tema lomba ini adalah Kembara Sukma," ujar Tut Warta.
Ia mengungkapkan proses produksi film berlangsung sangat singkat, hanya dalam waktu satu hari penuh. Syuting dimulai sejak pagi, sempat terhenti karena dirinya harus memenuhi tugas sebagai MC Bondres di Sudaji, kemudian dilanjutkan kembali hingga malam hari. Pengambilan gambar dilakukan di Studio Alam BAP dan Warung Jujur.
Sementara itu, Gede Agus Sumardita alias De Ciply menjelaskan bahwa Warung Jujur lahir dari semangat kolaborasi anak muda setelah mengikuti Praktik Kerja Lapangan di Bali Atmosphere pada 12 Maret 2026 yang dipimpin Gusti Made Suka Arsana atau Ajik Alit.
Dari pengalaman tersebut, mereka menggagas podcast Tutur Nganggur yang mengambil konsep obrolan santai di Warung Jujur.
Podcast tersebut menjadi ruang diskusi yang membahas berbagai topik, mulai dari promosi UMKM, pendidikan, pengalaman, hingga hiburan yang sarat nilai edukasi. Melalui wadah itu pula, Warung Jujur aktif menggandeng pelaku UMKM serta merangkul seniman muda di Kabupaten Buleleng.
"Saat ini sudah ada sekitar 25 seniman dari berbagai latar belakang yang bergabung menjadi keluarga besar Warung Jujur. Baru tiga bulan berdiri, kami bersyukur sudah bisa menunjukkan eksistensi melalui film pendek SUKMA di Festival Bali Jani," kata De Ciply.
Baca Juga: Noor8 Fine Jewelry Resmikan Flagship Store Pertama di Sanur, Luncurkan Koleksi La Petite Rose
Film SUKMA turut melibatkan sejumlah talenta lokal, di antaranya Dede Double D, Sugita, Kayan, Adel, De Ciply, Wayan Arisanta, Ipin Bali, Joged Mang Lia, Tu Pita, serta beberapa seniman lainnya.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Buleleng untuk terus berkarya dan mengembangkan industri kreatif daerah melalui film sebagai media ekspresi seni dan budaya. (dik)
Editor : I Putu Mardika