BALIEXPRESS.ID – Menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Kabupaten Gianyar, Bhabinkamtibmas Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Aiptu I Made Widastra, mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam sekaligus ancaman pencurian hasil pertanian dan ternak.
Imbauan tersebut disampaikan saat kegiatan sambang warga yang dilaksanakan pada Selasa (28/7). Kegiatan menyasar masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak di Desa Singakerta.
Dalam dialog bersama warga, Aiptu I Made Widastra menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan lahan pertanian, genangan air, longsor, hingga ancaman terhadap keselamatan ternak.
Karena itu, para petani diminta rutin memantau kondisi sawah, kebun, serta saluran irigasi agar dapat mengantisipasi genangan dan kerusakan tanaman. Sementara para peternak diimbau memastikan kandang berada di lokasi yang aman dari banjir serta memiliki konstruksi yang kokoh untuk melindungi ternak.
Tak hanya soal dampak cuaca, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan warga agar mewaspadai potensi tindak kriminal, khususnya pencurian ternak dan hasil panen yang dinilai rawan terjadi saat kondisi cuaca ekstrem.
"Cuaca ekstrem bisa berdampak pada usaha pertanian dan peternakan, namun kita juga harus waspada terhadap pencurian. Pastikan ternak dan hasil panen diawasi dengan baik, kandang dikunci, dan saling peduli antarwarga," ujar Aiptu I Made Widastra.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diajak mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam dan memperkuat kepedulian antarwarga. Selain itu, warga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, atau Babinsa apabila terjadi gangguan kamtibmas, bencana alam, maupun aktivitas mencurigakan.
Melalui upaya preventif tersebut, diharapkan keamanan lingkungan tetap terjaga, risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan, dan aktivitas pertanian serta peternakan masyarakat Desa Singakerta tetap berjalan dengan aman dan produktif. *
Editor : Putu Agus AdegrantikaSumber : humas polres gianyar